MOZAIK

Minggu, 20 Januari 2019 | 12:00 WIB

Membantu Kerabat yang Meninggal Terkait Utang

Membantu Kerabat yang Meninggal Terkait Utang
(Foto: Inilahcom)

PERNAH suatu saat saya mendengarkan obrolan antara si a dan si b yang sedang bersilaturahmi ke rumah saya, ternyata kakak si a yang sudah meninggal memiliki utang kepada si b dengan besaran tertentu.

Dan si a baru mengetahuinya saat itu dari si b sedang utang itu sudah sangatlah lama. Si a langsung ingin membayarkan utang tersebut karena dikhawatirkan akan menjadi tanggungan kakaknya di akhirat. Namun si b menolak dan menyatakan dengan nama Allah Taala (semoga keduanya diridai Allah Taala) bahwa si b telah mengikhlaskannya.

Pengalaman ini membuat saya berpikir, rasanya perlu juga kita berkunjung seraya bersilaturahmi kepada sahabat, karib keluarga dari keluarga tercinta yang telah berpulang kepada Allah Ta'ala, hanya untuk memastikan apakah sanak saudara kita yang telah meninggal dunia tersebut memiliki utang yang belum terbayarkan atau janji yang belum terlaksanakan agar segera dapat dituntaskan oleh kita di dunia sebagai peringan tuntutan keluarga kita di akhirat. Sekalipun ternyata sahabat atau sanak keluarga dari keluarga kita yang meninggal dunia tersebut sudah mengikhlaskannya.

Selanjutnya kita mintakan orang yang kita temui tersebut mengikrarkan keikhlasannya agar semoga Allah Taala dan para malaikat menjadi saksi atas keikhlasan tersebut, dan semoga Allah Taala meridai, sehingga memberikan pahala yang besar bagi kita yang berikhtiar, orang yang memberikan keikhlasan dan keluarga yang telah berpulang. Akhirnya saya pikir bahwa ini adalah cara berbuat baik yang sangat luar biasa terhadap keluarga yang sudah meninggal. Benar kan?

Wallahu alam. [Oleh. Maulana Ishak, S.Pi, Alumni MSP IPB angkatan 43, Relationship Management Rumah Zakat, EX. Staff Khusus Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri, MS]

BERITA TERKAIT
Ini Landasan Bumi saat Mi'raj ke Sidratul Muntaha
Berkahnya Kiblat Umat Islam sebelum Ka'bah
Kenapa Yahudi Tak Berhak atas Al-Aqsa?
Mengakui Lewat Lisan, Menolak dalam Hati
Sengaja Meniru Gaya Orang Kafir
Mazhab itu Memudahkan Umat bukan Memecah Belah
Memahami Arti-arti Suara Binatang

ke atas