PASAR MODAL

Minggu, 20 Januari 2019 | 05:33 WIB

Trump Bantah akan Naikkan Tarif Lagi Bagi China

Wahid Ma'ruf
Trump Bantah akan Naikkan Tarif Lagi Bagi China
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, New York - Presiden Donald Trump mengatakan pada hari Sabtu telah ada kemajuan menuju kesepakatan perdagangan dengan China. Tetapi membantah bahwa ia mempertimbangkan untuk menaikkan tarif impor China.

"Segalanya berjalan sangat baik dengan China dan dengan perdagangan," katanya kepada wartawan di Gedung Putih. Dia menambahkan bahwa ia telah melihat beberapa "laporan palsu" yang menunjukkan bahwa tarif AS untuk produk-produk China akan dicabut.

"Jika kita membuat kesepakatan tentu kita tidak akan memiliki sanksi dan jika kita tidak membuat kesepakatan kita akan," kata Trump seperti mengutip cnbc.com. "Kami benar-benar memiliki jumlah pertemuan yang sangat luar biasa dan kesepakatan bisa sangat baik terjadi dengan China. Ini berjalan dengan baik. Saya akan mengatakan tentang dan mungkin bisa pergi."

Wakil Perdana Menteri China, Liu He akan mengunjungi Amerika Serikat pada 30 dan 31 Januari untuk putaran negosiasi perdagangan berikutnya dengan Washington.

Itu menyusul negosiasi tingkat rendah yang diadakan di Beijing pekan lalu untuk menyelesaikan perselisihan pahit antara dua ekonomi terbesar dunia pada 2 Maret, ketika pemerintahan Trump dijadwalkan untuk meningkatkan tarif barang-barang China senilai US$200 miliar.

Menurut sumber-sumber yang diberi penjelasan singkat tentang negosiasi yang sedang berlangsung, yang dikutip secara eksklusif oleh Reuters pada hari Jumat, Amerika Serikat mendorong tinjauan rutin kemajuan China tentang reformasi perdagangan yang dijanjikan sebagai syarat untuk kesepakatan perdagangan dan dapat kembali menggunakan tarif jika dianggap Beijing memiliki melanggar perjanjian.

"Ancaman tarif tidak akan hilang, bahkan jika ada kesepakatan," kata salah satu dari tiga sumber yang diberi penjelasan tentang pembicaraan yang berbicara dengan Reuters dengan syarat anonimitas.

Negosiator China tidak tertarik pada gagasan pemeriksaan kepatuhan secara teratur, kata sumber itu, tetapi proposal AS "tidak menggagalkan negosiasi."

Sebuah sumber China mengatakan Amerika Serikat menginginkan penilaian berkala tetapi belum jelas seberapa sering.

"Sepertinya penghinaan," kata sumber itu. "Tapi mungkin kedua belah pihak bisa menemukan cara untuk menyelamatkan muka bagi pemerintah Cina."

Pemerintahan Trump telah memberlakukan tarif impor pada barang-barang Cina untuk menekan Beijing untuk memenuhi daftar panjang permintaan yang akan menulis ulang ketentuan perdagangan antara kedua negara.

Tuntutan tersebut termasuk perubahan kebijakan China tentang perlindungan kekayaan intelektual, transfer teknologi, subsidi industri, dan hambatan perdagangan lainnya.

#BursaSaham #Dolar #IHSG #TrumpEffect
BERITA TERKAIT
Pengitungan Pilpres 2019 Belum Usai, IHSG Melejit
Harga Minyak Mentah Kian Sensitif
Efek Pilpres, IHSG Bergerak Melewati 6.900..?
ConocoPhillips Jual Anak Usaha di London US$2,8 M
Wall Street Masih Andalkan Musim Laba Kuartal I
Sehari Jelang Pilpres, IHSG Makin Berotot
Proteksionisme Hambat Pertumbuhan Ekonomi Global

kembali ke atas