EKONOMI

Senin, 21 Januari 2019 | 00:29 WIB

Desa Digital Jabar dan Mimpi BUMDes Bintang Lima

Desa Digital Jabar dan Mimpi BUMDes Bintang Lima
Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Ciamis - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil bertekad mendongkrak kesejahteraan masyarakat desa melalui pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Menurut Emil, sapaan akrabnya, BUMDes yang sukses dan juara adalah BUMDes yang sudah digital dan bintang lima. Caranya, BUMDes disinkronkan dengan program Desa Digital.

Terapkan program tersebut, Emil mengimbau para koordinator BUMDes serta kepala desa untuk segera membuatkan akun media sosial, dan memposting potensi-potensi unggulan daerahnya.

Selain itu, Emil meminta agar potensi-potensi tersebut didata, untuk kemudian diklasifikasikan, sehingga dapat mempermudah pihak Pemdaprov Jabar dalam menyalurkan jenis bantuan yang paling tepat bagi desa tersebut.

"Kita ada program Desa Digital. Tiap desa di Ciamis harus segera bikin akun medsos dan website. Posting potensi desanya. BUMDesnya juga harus punya medsos. Jadi mudah dilihat potensinya apa saja," ujar Emil saat memberikan arahan dihadapan para pengurus BUMDes se-Kabupaten Ciamis, di BUMDes Sari Mandiri Desa Dewasari Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Jabar, Minggu (20/1/2019).

"Kenapa perlu klasifikasi? Supaya bisa ditolong 'sesuai penyakitnya'. Kalau tidak begitu, akan susah menyesuaikan nanti, butuhnya apa," imbuh Emil.

Emil membagi desa menjadi tiga jenis, berdasarkan produk dan BUMDes-nya, yakni Zona Merah bagi desa yang tidak memiliki perusahaan (BUMDes), Zona Kuning untuk desa yang sedang memproses ataupun mengembangkan BUMDes-nya, serta Zona Hijau bagi desa yang telah memiliki BUMDes dan sudah beroperasi.

Lebih jauh, Emil juga membagi BUMDes yang sudah berada di zona hijau menjadi lima klasifikasi berdasarkan penghasilannya, yaitu BUMDes bintang satu yang beromset jutaan hingga belasan juta rupiah, BUMDes bintang dua yang beromset puluhan juta rupiah, BUMDes bintang tiga yang beromset ratusan juta rupiah, BUMDes bintang empat yang beromset miliaran rupiah, serta BUMDes bintang lima yang beromset puluhan miliar rupiah.

Bagi Emil, membangun BUMDes bintang lima bukanlah hal yang mudah, namun bukan berarti pula hal yang mustahil dilakukan. Hal tersebut, kata Emil, mampu dicapai jika masyarakat desa mulai mampu menyesuaikan diri dengan kemajuan teknologi. Untuk itu, Emil telah menyiapkan sebuah inovasi, dimana para mahasiswa yang baru lulus diwajibkan untuk bekerja di BUMDes sementara waktu, guna mengajarkan penggunaan teknologi digital.

"Nanti saya (berencana) wajibkan KKN (Kuliah Kerja Nyata) dan masih yang baru lulus, untuk bekerja di BUMDes-BUMDes supaya bisa mentransformasikan produk go digital," kata Emil.

Bagi desa-desa yang tidak memiliki potensi maupun produk sendiri, Emil menyarankan untuk tetap membangun BUMDes. Nantinya, pihaknya akan mencarikan pembeli, untuk kemudian dipilihkan BUMDes mana yang akan memproduksi pesanannya. Bahan dan pelatihan akan difasilitasi oleh pihak Pemprov Jabar. [ipe]

#DesaDiigital #RidwanKamil #PemprovJabar #BUMDes
BERITA TERKAIT
Jabar Anggarkan Rp500 M untuk Pariwisata
Kini, Tasik Punya Bus Pariwisata 'Ngulisik'
6 DAS Citarum Punya Daur Ulang dan Bank Sampah
600 Desa di Jabar Bakal Nikmati Wifi Gratis
Budi Ramal Bandara Kertajati Ramai 5 Tahun Lagi
Ridwan Kamil Luncurkan Program Konversi Kompor
Pengamat: Dongkrak Ekspor ASEAN dengan ATISA

kembali ke atas