EKONOMI

Jumat, 01 Februari 2019 | 17:54 WIB

Kunjungan Wisman 2018 Masih Belum Greget

Indra Hendriana
Kunjungan Wisman 2018 Masih Belum Greget
Kepala BPS, Suhariyanto (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Kinerja Kementerian Pariwisata rupanya kudu ditingkatkan lagi. Khususnya menyangkut masih rendahnya kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sepanjang 2018, kunjungan wisman hanya 15,81 juta kunjungan. Sementara targetnya 17 juta kunjungan. Kepala BPS, Suhariyanto berharap, jumlah wisman ke tanah air bisa melonjak signifikan di tahun ini. Masih banyak pembenahan yang harus dilakukan pemerintah untuk mewujudkan niat baik itu.

"Benahi infrastruktur di daerah, spot wisata, promosi, agar jumlah wisatawan mancanegara meningkat," kata Kecuk sapaan akrab bos BPS saat jumpa pers di kantornya, Jakarta, Jumat (1/2/2019).

Ia mengatakan, kunjungan wisman menjadi sumber andalan bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan, selain sektor ekonomi kreatif. Beberapa hal yang menjadi penyebab tidak tercapainya target adalah bencana yang terjadi sepanjang 2018. "Kita perlu ingat di bulan tertentu kemarin bencana yang terjadi juga luar biasa. Tentu pengaruh besarnya, bencana," jelas dia.

Di satu sisi, ia mengatakan, selain wisatawan mancanegara, wisatawan nusantara juga perlu menjadi perhatian. Karena, ini juga akan berkontribusi meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. "Ke depan saya berharap tourism bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi kita," kata dia.

Dalam kesempatan ini dia mengaakan, pada Desember 2019 sebanyak 1,42 juta kunjungan wisatawan asing yang tercatat masuk ke Indonesia. Bila dibandingkan dengan November 2018, ada kenaikan 21,43%, dan naik 22,54% bila dibanding Desember 2017. [ipe]

#BPS #PariwisatalWisman
BERITA TERKAIT
Neraca Dagang Boleh Surplus, Jeng Sri Belum Puas
BPS: Perdagangan Februari 2019 Sama-sama Lesu
BPS Catat Impor Migas Meletoi di Februari 2019
Neraca Dagang Februari, Ada Kabar Baik dari BPS
Era Jokowi, Jumlah Pengangguran Naik tapi Tipis
ExxonMobil Pasang Pipa 16 Kilometer di Blok Cepu
(Dibuka Dubes Muliaman) RI dan Swiss Kerja Sama Pengembangan Start-Up

ke atas