MOZAIK

Minggu, 10 Februari 2019 | 01:11 WIB

Doa Nabi Musa AS

KH Abdullah Gymnastiar
Doa Nabi Musa AS
(Foto: ilustrasi)

SEMOGA Allah Swt Yang Maha Mengetahui setiap gerakan-gerakan halus di ruang angkasa hingga di dasar terdalam samudera, menjadikan kita sebagai hamba-hamba-Nya yang senantiasa istiqomah menjaga lurusnya niat dalam setiap ucapan dan perbuatan. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada baginda Nabi Muhammad Saw.

Barangsiapa yang ingin ucapannya dimudahkan oleh Allah Swt sehingga hilang kelu, kemudian bisa menjadi jalan perbaikan, memiliki daya ubah yang menggugah dan penuh makna, maka amalkanlah doa Nabi Musa as.

Doa tersebut diabadikan Allah Swt di dalam Al Quran, Robbisyrohlii shodrii wa yassirlii amrii wahlul uqdatan min lisaani yafqohuu qoulii, yang artinya, Duhai Robb-ku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lisanku, supaya mereka mengerti perkataanku. (QS. Thoha [20] : 25-28)

Doa ini dipanjatkan oleh Nabi Musa as manakala Allah Swt memerintahkannya untuk datang kepada Firaun dan menyampaikan kebenaran kepada raja yang zholim itu. Allah Swt berfirman, Pergilah kepada Firaun, sesungguhnya ia telah melampaui batas. (QS. Thoha [20] : 24)

Para ahli tafsir menerangkan bahwa Nabi Musa as adalah utusan Allah Swt yang memiliki kekurangan sebagaimana manusia pada umumnya. Kekurangan Nabi Musa as adalah kekakuan lisannya manakala berbicara. Maka dari itu, agar bisa memenuhi perintah Allah Swt untuk berdakwah kepada Firaun, Nabi Musa as memanjatkan doa tersebut kepada Allah Swt.

Saudaraku sekalian, mari kita perhatikan urutan dalam doa ini. Setelah kita perhatikan maka kita bisa melihat berarti orang yang bisa dimengerti ucapannya, bisa dimudahkan urusannya, adalah orang yang paling lapang hatinya. Maka kita harus meminta kepada Allah Swt agar dilapangkan hati kita.

Ada sebuah perumpamaan. Di sebuah padang rumput yang luas, ada seekor gajah besar tak akan jadi masalah. Namun, jika di dalam kamar yang sempit, seekor tikus bisa menjadi masalah yang besar.

Demikianlah orang yang berhati lapang, ia akan lebih mudah dalam menghadapi persoalan hidupnya. Orang yang berhati lapang pun, setiap ucapannya tidak diselimuti dengan hawa nafsu dan emosi. Sehingga setiap perkataan yang lahir dari lisannya akan menjadi indah, santun, mengandung kebenaran dan kebaikan, penuh manfaat, berkah, menggugah dan berdaya ubah.

Allah yang menggenggam hati, Allah yang menguasai segala urusan, dan Allah kuasa menuntun lisan kita. Mintalah kepada Allah, Dzat Yang Maha Kuasa atas segalanya. WAllahu alam bishowab. [smstauhiid]

#InilahKehidupan #AaGym
BERITA TERKAIT
(Wasiat 7) Tidak Meminta-minta
(Wasiat 6) Tidak Takut Celaan Ketika Berdakwah di Jalan Allah
(Wasiat 5) Berani Berkata Benar Meskipun Pahit
(Wasiat 4) Perbanyak La Haula Walaa Quwwata Illa Billah
(Wasiat 3) Menyambung Tali Silaturahmi
(Wasiat 2) Melihat Orang yang Lebih Rendah dalam Hal Materi
(Wasiat 1) Mencintai Orang Miskin

kembali ke atas