GAYA HIDUP

Rabu, 06 Februari 2019 | 14:55 WIB

Jangan Lakukan Ini Ketika Alami Cedera saat Lari

Mia Umi Kartikawati
Jangan Lakukan Ini Ketika Alami Cedera saat Lari
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Cedera saat lari kerap dirasakan para pelari. Lantas, apa yang perlu dilakukan?

Menurut Matias Ibo, Sport Physiotherapy of Sport Science, ketika seorang pelari mengalami cedera dan keram, tidak disarankan diberikan es, atau disemprot (spray).

"Seringkali kita lihat kalau lagi race sedikit-sedikit disemprot itu sebenarnya penanganan yang kurang baik, kurang benar karena kalau otot kram disemprot es malah semakin mengeras, semakin mengeram," kata Matias Ibo, saat ditemui di acara Pocari Sweat, Jakarta, Rabu, (06/02/2019).

Dia menambahkan, ketika mengalami masalah pada kaki, usahakan tidak berhenti total saat lari.

"Jadi dynamic stretching, pada saat mengalami masalah tidak boleh berhenti total. Kalau ada masalah tetap bergerak, bisa dengan berlari, jangan berdiri statis," tambahnya.

Karena begitu berdiri statis, tingkat suhu pernapasan kondisinya tubuh menjadi dingin, tidak akan mulai lagi, dan menjadikan ritme hilang.

"Jadi harus tetap berjalan kecuali tidak memungkinkan napasnya sudah hilang.
Lebih baik stretching dynamic 10-20 meter sudah terjadi perubahan. Setelahnya coba 100 meter bukan dengan tempo yang awal tapi dengan tempo yang pelan. Untuk melihat bagaimana tubuhnya," ujarnya.

Setelah keram, pelari bisa lari 20-30 lari mundur. Setelah itu, jika mengalami salah tumpuan dan tidak terjadi pembengkakan coba 200 meter ke depan larinya nyaman.

"Dilakukan atau enggak kalau enggak berhenti. Ini banyak yang tidak mau dilakukan pelari. Kalau enggak memungkinkan harus berhenti, apapun hasilnya masih ada marathon berikutnya," tambahnya.(tka)

#jangan #lakukan #ketika #alami #cedera #lari
BERITA TERKAIT
Kepri Alami Peningkatan Berkat Wisata
Kemenpar Dorong Homestay dan Desa Wisata di Sumut
Yuk, Persiapkan Menyusui untuk Ibu Hamil
Jakarta Fair Kemayoran 2019 Banjir Hadiah
Perhelatan Miss Jakarta Fair Masuk Semi Final
Waktu yang Dibutuhkan untuk Turunkan Berat Badan
(Orang Indonesia Makan Lebih Banyak) Kurang Olahraga dan Berat Badan Bertambah

kembali ke atas