MOZAIK

Minggu, 10 Februari 2019 | 00:04 WIB

Persaingan, Perebutan dan Pertarungan

KH Ahmad Imam Mawardi
Persaingan, Perebutan dan Pertarungan
(Foto: ilustrasi)

DUNIA semakin panas, media semakin ramai, para penduduk semakin bingung. Kontestasi politik sama-sama berupaya keras, sama-sama beriklan diri, sama-sama menerjunkan tim sukses dan sama-sama mengklaim sebagai calon pemenang. Tidak siang dan tidak malam, tidak di desa tidak di kota, semua dihebohkan dengan persaingan, pertarungan dan perebutan posisi.

Ternyata, semua sepakat bahwa pangkat dan derajat di dunia ini sangat ditentukan oleh kemauan keras dan usaha keras. Totalitas dalam bekerja menuju target harus menjadi satu prinsip utama. Lalai dan santai menjadi penyebab utama kekalahan dalam pertarungan dan persaingan itu. Fakta lapangan membenarkan kebenaran kesepakatan ini.

Pertanyaannya kemudian adalah bagaimana dengan perebutan menggapai derajat dan posisi terhormat di alam akhirat kelak? Mungkinkah digapai dengan gaya hidup lalai dan santai? Ingatlah bahwa Allah memerintahkan kita agar berlomba-lomba dalam kebaikan (fastabiqul khayraat), berlomba menuju ridla Allah dan surga. Kata berlomba ini sungguh memancing pemikiran kita untuk merenung lebih jauh dan dalam lagi.

Setahu saya, orang ikut lomba itu pasti memenuhi syarat-syarat: masih hidup, kondisi sehat, kondisi sadar, mau serius dan fokus untuk menang. Mungkinkah kita memenangkan lomba menggapai posisi mulia di hadapan Allah jika hati kita mati, sakit, gila, santai dan tidak konsentrasi melaksanakan kewajiban agama? Salam, AIM. [*]

#PencerahHati #AhmadImamMawardi #AIM
BERITA TERKAIT
Kuasa Allah & Kuasa Uang dalam Percaturan Politik
Jalani dengan Keyakinan Utuh akan Pengaturan Allah
Bagaimana Menyambut Hadirnya Bulan Ramadhan?
Pengingat Laku di Ujung Pagi
Hati Adalah Cermin, Sudahkah Jernih dan Bening?
Jangan Tertipu, Buatlah Skala Prioritas
Mengapa Memilih Ini dan Tidak Memilih yang Lain

kembali ke atas