MOZAIK

Minggu, 10 Februari 2019 | 21:00 WIB

Syair: Tersibak Angin

Syair: Tersibak Angin
(Foto: ilustrasi)

Kita pernah bermain layang-layang di sini
rambutmu yang tersibak angin adalah benangnya
aku ulur kau biar terbang menyilang cakrawala
tapi kendali tak sudi kulepaskan. Tak sudi

Betapa bodohnya aku, benang di tangan putus
kulihat kau terbang sendiri
tanpa bisa kuraih kembali. Tanpa bisa
di tepi laut ini
kunanti layang-layangku yang putus
kunanti kau hadir kembali menemaniku
bercakap-cakap pada karang

[Isbedy Stiawan ZS]

BERITA TERKAIT
Ini Landasan Bumi saat Mi'raj ke Sidratul Muntaha
Berkahnya Kiblat Umat Islam sebelum Ka'bah
Kenapa Yahudi Tak Berhak atas Al-Aqsa?
Mengakui Lewat Lisan, Menolak dalam Hati
Sengaja Meniru Gaya Orang Kafir
Mazhab itu Memudahkan Umat bukan Memecah Belah
Memahami Arti-arti Suara Binatang

ke atas