PASAR MODAL

Jumat, 08 Februari 2019 | 15:05 WIB
(Tanpa Bonus Saham)

BEI Siapkan Sanksi Bagi Emiten Bank

M Fadil Djailani
BEI Siapkan Sanksi Bagi Emiten Bank
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Potensi peningkatan jumlah investor saham masih cukup besar, salah satunya dari seluruh karyawan emiten perbankan.

Pasalnya, dalam peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) nomor 45/POJK.03/2015 tentang Penerapan Tata Kelola Dalam Pemberian Remunerasi Bagi Umum, khususnya kewajiban bagi Bank terbuka jika membagi bonus dalam bentuk saham.

Sayangnya, sejak berlakunya beleid ini, 1 Januari 2016 bagi Bank Asing, Bank BUKU 3 dan BUKU 4 dan 1 Januari 2017 bagi Bank BUKU I dan BUKU 2 hanya sedikit yang melaksanakanya. Hal itu terlihat dari minimnya emiten bank yang menjadi mitra Yuk Nabung Saham BEI, yakni PT Bank Bukupin Tbk (BBKP), PT Bank Negara Indonesia Tbk(BBNI), PT BRI Tbk ( BBRI), PT Bank Jtrust Indonesia Tbk (BCIC), BJBR, BRIS, PT Bank Sinarmas Tbk, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk dan PT Bank Panin Dubai Syariah).

Menanggapi hal itu, Direktur Pengembangan BEI, Hasan Fawzi mengatakan akan lebih aktif menyambangi emiten perbankan untuk melakukan sosialisasi peraturan OJK tersebut. Kita akan adakan sekolah pasar modal berkerjasama dengan anggota bursa di emiten-emiten perbankan tersebut, kata Hasan di BEI, Jumat (8/2/2019).

Rencananya, OJK akan mengenakan sanksi bagi emiten perbankan yang tidak melaksanakan beleid tersebut pada 1 Januari 2019 bagi Bank Asing, Bank BUKU 3 dan Bank BUKU 4. Sedangkan BUKU 1 dan BUKU 2 berlaku pada 1 Januari 2020.

Adapun sanksi akan dikenakan adalah teguran tertulis dan penurunan peringkat faktor Good Corporate Governance (GCG).

#YukNabungSaham #BonusSaham #ESOP #BEI
BERITA TERKAIT
Inilah Makna Bila Klub Bola Masuk Bursa
Meramal Pergerakan IHSG Pasca Debat Capres
Daerah Mulai Tertarik Terbitkan Obligasi
Wagub Kalsel Tertarik Potensi Obligasi Daerah
Bergerak Liar, BEI Pelototi Saham CSIS
Genjot Volume Perdagangan, BEI Terapkan JATS 5.0
(Kampanye di Lantai Bursa) Ma'ruf Janjikan Ekonomi Syariah Bisa Maju Pesat

ke atas