OLAHRAGA

Jumat, 08 Februari 2019 | 21:00 WIB

Susy Minta Pebulutangkis Tiru Marcus/Kevin

Reza Adi Surya
Susy Minta Pebulutangkis Tiru Marcus/Kevin
(Foto: PBSI)

INILAHCOM, Jakarta - Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Susy Susanti menekankan pentingnya kualitas latihan dalam upaya peningkatan prestasi pemain. Susy mencontohkan kualitas latihan yang dijalani Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamlujo.

Di awal tahun 2019, Susy berharap para atlet dapat meningkatkan kualitas latihan mereka menjadi lebih baik lagi. Peraih medali emas tunggal putri di Olimpiade Barcelona 1992 ini mengungkapkan bahwa kebiasaan di latihan akan terbawa ke pertandingan.

"Mengatasi tekanan di pertandingan harus dibiasakan dari latihan. Contoh, kalau sudah capek di latihan, kadang masih nawar, kalau ketat, ya sudahlah, pasrah. Waktu latihan drilling 100 bola, kadang kalau sudah capek, dinyangkutin, kebiasaan di latihan itu akan ke bawa, jadi cepat menyerah lah, kalau bola susah nggak mau diambil lah. Lebih baik di latihan mikir yang terjelek dulu, kalau nanti nggak sejelek itu di pertandingan kan enak kitanya main," ujar Susy, dikutip dari Badmintonindonesia.org.

"Kalau latihan 20 kali smash, paling di pertandingan cuma lima sampai enam kali smash untuk satu poin. Kalau di tunggal, bisa 56 kali sampai 80 kali, ya latihannya harus tiga kali lipatnya. Di pertandingan, setengahnya saja sudah hilang karena tenanga lebih terkuras, ada rasa tegang, feeling belum dapat dan sebagainya. Nah, kalau kita bisa menerapkan yang setengahnya saja sudah bagus," tambahnya.

Susy memberi contoh pada pasangan rangking satu dunia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon yang kualitas latihannya patut diacungi jempol.

"Contohnya Kevin/Marcus, dari latihan sudah beda kualitasnya. Lihat Marcus, datang lebih pagi, pulang belakangan. Apa yang dia rasa masih kurang, dia ikut tambahan. Kevin kalau latihan kelihatan sekali tidak mau kalah. Coba lihat mereka di pertandingan, saat poin ketat, tidak mau kalah, karena mereka sudah biasa menghadapi situasi begini di latihan," ungkapnya.

"Kalau dibilang secara kualitas, Fajar (Alfian)/Rian (Ardianto) tidak kalah dari Kevin/Marcus. Teknik? Susah banget Kevin di depan menghadapi mereka. Tapi dari kegigihan dan kemauan untuk menang di lapangan, Kevin/Marcus masih lebih unggul. Saya bilang sama Fajar/Rian, dibiasakan untuk keluarkan ekspresinya, emosinya, di depan kita ini kan musuh. Ini karakter dan bisa kok diubah," tandasnya.

#SusySusanti #PBSI
BERITA TERKAIT
Audisi PB Djarum Dapat Dukungan dari Moeldoko
Kenapa Audisi PB Djarum Baru Diusik KPAI di 2019?
Disarankan Ganti Nama, Ini Jawaban PB Djarum
Hasil Mediasi: Audisi PB Djarum Bisa Berlanjut
(China Open) Marcus/Kevin Juara China Open 2019
(China Open) Ginting Runner-up China Open 2019
(China Open) Lolos ke Final, Marcus/Kevin Menang Start

kembali ke atas