GAYA HIDUP

Sabtu, 09 Februari 2019 | 12:45 WIB
(Hari Pers Nasional)

Penting, Akurasi Jurnalis Beritakan Bencana

Mia Umi Kartikawati
Penting, Akurasi Jurnalis Beritakan Bencana
Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Surabaya - Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menyebut akurasi jurnalis dalam memberitakan bencana alam yang terjadi pada suatu wilayah akan sangat membantu mengurangi dampak bencana pada sektor pariwisata.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya dalam diskusi di Konvensi Nasional Media Massa yang mengangkat tema Pers dan Liputan Bencana yang berlangsung di Hotel Sheraton Surabaya, Jumat (8/2/2019), mengatakan berbagai musibah bencana alam mulai dari erupsi gunung, gempa bumi, dan tsunami yang terjadi di destinasi pariwisata Tanah Air belakangan ini membawa dampak besar terhadap sektor pariwisata dengan turunnya kunjungan wisman dan perolehan devisa.

Begitu muncul bencana, media gencar memberitakan kemudian diikuti 'travel advice' dari negara-negara sumber wisman. Bila pemberitaan bencana tersebut cepat dan akurat akan mengurangi dampak negatif pada pariwisata, katanya.

Menpar Arief Yahya menjelaskan, bencana erupsi Gunung Agung Bali pada 2017 membawa dampak pada turunnya kunjungan hingga mencapai 1 juta wisman dengan pengeluaran sebesar 1 miliar dolar AS.

Bencana erupsi Gunung Agung 2017 membuat banyak negara mengeluarkan travel advice dengan dampak yang berbeda-beda. Travel advice yang dikeluarkan pemerintah Tiongkok 100 persen diikuti wisatawannya atau warga negaranya, sedangkan Australia hanya 20 persen, kata Arief Yahya.

Saat terjadi erupsi Gunung Agung di Bali misalnya, pihaknya sempat melayangkan permintaan secara khusus kepada Pemerintah Tiongkok agar segera mencabut travel advice bagi warga negaranya yang akan bepergian khususnya ke Bali.

"Dalam pembicaraan dengan pejabat Tiongkok, mereka minta agar penetapan darurat Bali dicabut. Pengalaman atas peristiwa tersebut terkait dengan pemberitaan darurat sehingga jurnalis dituntut menyajikan beritanya dengan akurat, melokalisasi kejadian hanya di tempat perkara sesuai ketentuan BNPB dan bukan meluaskannya seakan seluruh Bali darurat bencana," kata Arief.(tka)

#akurasi #jurnalis #beritakan #bencana #pariwisata
BERITA TERKAIT
Beragam Program Kemenpar untuk Hari Raya
Poltekpar Lombok Gandeng Kedubes Prancis
Menpar dan Menhub Bahas Transportasi Pariwisata
Olivia Ong Ungkap Kulit Idaman Wanita Indonesia
Inspirasi Busana Modest dari Plaza Indonesia
Plaza Indonesia Sajikan Beragam Kegiatan Ramadan
Jadwal Terbaru Midnight Sale di Grand Indonesia

kembali ke atas