PASAR MODAL

Senin, 11 Februari 2019 | 01:05 WIB
Highlight

IHSG Masih Cenderung Melemah

Wahid Ma'ruf
IHSG Masih Cenderung Melemah
(Foto: inilahcom)
1 2


INILAHCOM, Jakarta - Situasi pasar saham dunia juga tidak terlalu kondusif, seiring ketidakpastian pertumbuhan ekonomi global dan ketegangan perdagangan AS-China masih menghantui pelaku pasar saham global.

Sementara rilis data ekonomi nasional juga kurang kondusif, sehingga dapat dipakai oleh pelaku pasar untuk melanjutkan aksi profit taking, setelah IHSG terus mencatatkan reli penguatan sejak pertengahan November tahun lalu.

Menurut praktisi pasar modal, Stefanus Mulyadi Handoko, kemungkinan pekan ini IHSG masih akan melanjutkan konsolidasinya tapi cenderung melemah, dengan perkiraan bergerak di rentang area 6.380-6.600.

"Jika terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki kinerja bagus dan prospek kedepan yang cerah, terutama jelang rilis laporan keuangan kuartal keeempat tahun 2018," katanya, Minggu (10/2/2019).

Untuk pekan ini, perhatian pelaku pasar akan tertuju pada rilis data perdagangan dan ekspor-impor bulan Januari 2019 pada hari rabu. Neraca perdagangan bulan Januari 2019 masih berpotensi mengalami defisit, karena ekspor masih akan mengalami penurunan, sedangkan impor mengalami kenaikan tipis.

Sementara dari luar negeri, cukup banyak data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian para investor pada pekan ini, diantaranya adalah Senin 11 Februari 2019, rilis data perdagangan, manufaktur dan GDP Inggris. Selasa 12 Februari 2019, rilis data keyakinan bisnis Australia, Pernyataan Gubernur BOE Carney, Pernyataan Ketua The Fed Powell.

Rabu 13 Februari 2019, rilis data indeks keyakinan konsumen Australia, Rilis data inflasi Inggris, rilis data inflasi AS. Kamis 14 Februari 2019, rilis data perdagangan China, Rilis data GDP zona euro, rilis data penjualan ritel AS. Jumat 15 Februari 2019, rilis data inflasi China, rilis data penjualan ritel Inggris.
#BursaSaham #Dolar #IHSG #TrumpEffect
BERITA TERKAIT
IHSG Coba Kurangi Pelemahan Jadi 0,2% ke 6.359
Inilah Pemicu Kejatuhan Harga Saham CPIN dan JPFA
Bursa Saham Asia Memerah
Harga Emas Berjangka Berakhir Naik
Harga Minyak Mentah Jatuh
Dolar AS Berada di Rekor Tertinggi
Data Kuartalan Paksa Wall Street Memerah

kembali ke atas