NASIONAL

Senin, 11 Februari 2019 | 03:06 WIB
(Pro-Kontra Pencabutan Remisi Napi Pembunuh Wartawan)

Pencabutan Remisi, Pertanda Pemerintahan Amburadul

Happy Karundeng
Pencabutan Remisi, Pertanda Pemerintahan Amburadul
Politikus Partai Gerindra Nizar Zahro

INILAHCOM, Jakarta -Politikus Partai Gerindra Nizar Zahro menyebut pencabutan remisi bagi I Nyoman Susrama, terpidana kasus pembunuhan wartawan, menandakan pemerintahan Jokowi amburadul.

"Pencabutan Remisi membuktikkan pemerintahan ini amburadul. Diputuskan, lalu dicabut lagi," kata Nizar kepada INILAHCOM, Minggu (10/2/2019).

Menurut Nizar, kasus pengambilan keputusan remisi, lalu mencabutnya sudah berapa kali terjadi. Ia bahkan mengutip Menko Polhukam dan meminta Presiden Joko Widodo agar tidak grasa-grusu.

"Kasus seperti ini terulang berkali-kali. Padahal, ini level negara yang mestinya setiap kebijakan dipikirkan dengan matang. Menko Polhukam Wiranto pun sampai bilang Presiden tidak boleh grusa-grusu," sindir Nizar.

"Dari kasus pemberian remisi itu bisa disimpulkan kalau Presiden Jokowi meremehkan profesi jurnalistik. Namun, karena para jurnalis bersatu melawan keputusan presiden, akhirnya keputusan remisi dibatalkan," tandas Nizar.

Presiden Jokowi memang mencabut remisi I Nyoman Susrama, terpidana pembunuh wartawan Radar Bali AA Gde Bagus Narendra Prabangsa. Itu disampaikan Jokowi seusai menghadiri peringatan Hari Pers Nasional 9 Februari 2019 di Surabaya.

"Sudah, sudah saya tanda tangani (pencabutan remisi)," ujar Jokowi saat ditanya peserta HPN, Sabtu (9/2/2019).

Remisi dicabut, Susrama otomatis tetap harus menjalani hukuman seumur hidup.

Remisi yang sempat jadi polemik itu tertuang dalam Keppres Nomor 29 tahun 2018 tentang Pemberian Remisi Perubahan dari Pidana Penjara Seumur Hidup Menjadi Pidana Sementara tertanggal 7 Desember 2018.

Susrama termasuk di antara 115 terpidana yang mendapatkan keringanan hukuman alias remisi jika dilaksanakan, yakni dari penjara seumur hidup jadi 20 tahun penjara. [hpy]

#Remisi #PembunuhWartawan #Gerindra #I Nyoman Susrama
BERITA TERKAIT
Wabup Terjaring OTT Politik Uang Timses Paslon 02
Usai Surat SBY Gerindra Beber Solid Demokrat
Caleg Gerindra Lapor Dugaan Jual Beli Suara
KPU Apresiasi Laporan Masyarakat
KPU Catat Ada 9 TPS Salah Entri Data
Ini Kondisi Terkini Sandiaga Uno
Gempa 5 Magnitudo Guncang Lombok Tengah

kembali ke atas