NASIONAL

Senin, 11 Februari 2019 | 11:45 WIB

Perang Udara Jokowi Vs Prabowo, Robot Vs Manusia?

R Ferdian Andi R
Perang Udara Jokowi Vs Prabowo, Robot Vs Manusia?
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Pertarungan Pemilu Presiden (Pilpres) tak hanya terjadi di darat, namun juga terjadi di udara. Media sosial menjadi ajang pertarungan masing-masing pasangan calon. Secara kualitatif, pendukung Prabowo Subianto jauh lebih unggul dan solid merujuk interaksi lebih tinggi dua kali lipat dibanding kubu Jokowi.

Media sosial telah menjadi ajang pembangunan opini antarkandidat. Melalui media sosial, isu yang tidak dicover oleh media konvensional dapat diungkap oleh media sosial. Hasil dari pertarungan antarkandidat melalui media sosial inilah yang menghasilkan citra yang dibangun baik bernilai positif maupun negatif jika ditujukan pada lawan.

Temuan Drone Emprit terhadap percakapan di media sosial Twitter pada 28 Januari hingga 4 Februari 2019 mengungkapkan dari sisi total percakapan mengenai Jokowi jauh lebih unggul dibanding percakapan tentang Prabowo sebanyak 60%. Percakapan mengenai Prabowo Subianto hanya mencapai angka 40%.

Dari volume percakapan Jokowi, termasuk bot (tweet terprogram) lebih unggul dibanding Prabowo, ujar pendiri Drone Emprit, lembaga analisa percakapan di media sosial, Ismail Fahmi saat dihubungi INILAH.COM belum lama ini.

Kendati demikian, Fahmi menggarisbawahi terjadi perbedaan karakteristik percakapan antara kubu Jokowi versus kubu Prabowo. Dia menguraikan dari data Social Network Analysis (SNA) percakapan di kubu Jokowi terpencar di banyak kelompok dengan membuat banyak cluster. Interaksi mereka di masing-masing kelompok bercampur dengan bot atau tweet terprogram. Menariknya di pendukung Jokowi tidak ada percakapan dan interaksi yang baik. Nah, banyak cluster yang berkarakter begini," ungkap Fahmi.

Fahmi mengingatkan, kendati di kubu Jokowi memiliki percakapan yang tinggi melebihi kubu Prabowo, namun hal tersebut tidak otomatis menggambarkan dukungan. Tingginya percakapan tidak otomatis menggambarkan dukungan riil, karena konstribusi di kubu Jokowi cukup besar oleh program komputer (bot) yang interaksinya sangat rendah. Ini peringatan buat kubu Jokowi-Ma'ruf jangan merasa menang karena tingginya percakapan, ingat Fahmi.

Sementara di kubu Prabowo, Fahmi menuturkan, cluster percakapan di kubu ini hanya satu dan memiliki interaksi yang tinggi dibanding kubu Jokowi-Maruf. Interaksi di kubu Prabowo-Sandi cukup tinggi yakni 6,33 interaksi per twit. Sedangkan JKW-MA interaksi hanya 3,44. Semakin rendah rate, menandakan banyak twit yang dikirim tapi tidak mendapat respons. Biasanya, twit-twit ini dibuat oleh program (bot), sehingga tidak ada yang membaca, ungkap Fahmi.

Sementara data PoliticaWave di periode yang sama juga mengungkapkan keunggulan Jokowi dari sisi percakapan dan penyebutan Jokowi-Maruf sebesar 57,25%. Sedangkan pasangan Prabowo-Sandi sebesar 42,75%.

Menurut pendiri PoliticaWave Yose Rizal yang kini tercatat sebagai komisaris Telkomsel, perusahaan plat merah milik negara ini sentimen percakapan positif untuk pasangan Jokowi-Ma'ruf sebesar 80% dan sebesar 20% bernada negatif. Sedangkan Prabowo-Sandi memperoleh 74% percakapan positif dan 26% percakapan negatif.

Yose mengklaim pihaknya tidak menyertakan akun bot dalam analisa percakapan di media sosial karena dikelola oleh robot. Dalam analisa lembaga Yose, terungkap sebanyak 61,25% akun melakukan percakapan terkait Jokowi-Maruf. Sebaliknya, hanya 38,75% akun yang membicarakan Prabowo-Sandi.

Besarnya percakapan tentang Jokowi-Maruf di media sosial tak bisa secara serampangan disimpulkan sebagai bentuk dukungan. Karena dari analisa Drone Emprit, besarnya percakapan tentang Jokowu-Ma'ruf nyatanya tidak linier dengan interaksi di antara akun-akun tersebut.

Namun, sebaliknya, kubu Prabowo-Sandi kendati tidak sebanyak percakapan Jokowi, namun interaksinya dua kali lipat lebih banyak dibanding Jokowi. Interaksi antarakun menandakan adanya kehidupan di dunia maya. Di poin ini, Prabowo lebih unggul dibanding kandidat petahana. Hal itu pula dapat disimak dari sejumlah percakapan yang menjadi tren perbincangan di media sosial, tanda pagar yang berisi dukungan terhadap pasangan Prabowo-Sandi kerap menjadi trending topic.

#Jokowi #Pilpres2019 #Pemilu2019 #Prabowo
BERITA TERKAIT
Efek Domino Pengusaha dan Nahdliyin Dukung Prabowo
#YangTerbaikPrabowoSandi Trending di Twitter
(Elektabilitas Jokowi tak Sampai 50%) BPN: Insya Allah Kami Menang
Jokowi Beri Kewenangan KPK Periksa Menteri Agama
(Kumpulkan Kepala Desa Se-Indonesia) Jokowi Jangan Kampanye Terselubung
(Keliling Daerah) Sandi: Perjalanan Ini Bukan Sekadar Pilpres
Jokowi: Perindo Partai yang Punya Manajamen Matang

ke atas