NASIONAL

Senin, 11 Februari 2019 | 13:36 WIB

Tak Sanggup Bayar Utang, Petani Bawang Menangis

Fadli Zikri
Tak Sanggup Bayar Utang, Petani Bawang Menangis
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Muhammad Subhan, petani bawang, menangis dan menjerit saat berdialog dengan cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno di Lapangan Sepakbola Wali Kukun Krasak Brebes, Senin (11/2/2019).

"Harga brambang (bawang merah) turun. Saya belum bisa bayar cicilan di Bank Puspa Kencana, jaminannya rumah saya, rumah orangtua saya," kata Subhan menitikkan air mata di hadapan Sandi.

Subhan yang tak kuasa menahan tangis itu, langsung memeluk Sandi. "Tarik nafas pak Subhan, hembuskan pelan-pelan," kata Sandi.

Selain Subhan, sejumlah petani bawang lainnya di Brebes juga mengeluhkan hal yang sama yang tidak lagi bisa menghidupi petani. Kagin petani bawang dari desa Lembahrawa bahkan menyatakan para petani sekarang Nundur Bawang , tukule utang atau menanam bawang dengan hasil utang

"Sudah sejak empat tahun lalu para petani bawang sengsara pak. Ya itu Nandur Bawang Tukule Utang," ujar Kagin.

Cakrim, petani bawang lainnya meminta Sandi, jika terpilih menjadi pemimpin negeri, agar memperjuangkan harga bawang tetap stabil dan membuat petani bawang di Brebes sejahtera.

"Harga bawang harus stabil pak. Jadi jangan sampai terjadi lagi menanam bawang, jangan sampai hasilnya utang, tapi untung," kata Cakrim.

Sandi pun berjanji akan menampung semua keluhan yang disampaikan para petani. Termasuk curhat petani bawang bernama Ratna yang meminta jangan menanam bawang di luar Jawa. Karena produksi bawang di Brebes dan daerah Jawa lainnya sudah berlebih. Penanaman di luar Jawa makin membuat harga bawang jatuh.

Menurut Sandi, dirinya punya pengalaman saat menjabat Wakil Gubernur DKI Jakarta. Dia membeli langsung dari petani bawang Brebes melalui PT Food Station Tjipinang Jaya untuk menjaga pasokan bawang yang saat itu langka dan harganya meroket.

"Waktu itu di DKI, bawang merah harganya naik dan langka. Kami mengambil inisiatif dengan PT Food Station Tjipinang Jaya, menjalin kerjasama dengan petani bawang Brebes. Alhamdulillah kami patahkan mitos harga tinggi di hari lebaran, karena pasukan terjaga. Petani bawang Brebes sejahtera, pedagang bahagia, pembeli tersenyum," ujar Sandi.

"Kalau Allah mengijinkan kami akan melakukan hal yang sama, namun untuk Indonesia dengan Bulog atau pemangku kepentingan lainnya juga dengan pihak ketiga melalui public private partnership," tambahnya.

Menurut Sandi, dengan menggunakan teknologi Control Atmosphere Storage (CAS), produk pertanian seperti bawang bisa disimpan selama enam sampai sembilan bulan.

"Jadi nanti jika mendapatkan amanat, kami akan membeli langsung produksi petani bawang Brebes. Dengan harga bawah dan harga atas, sehingga petani tidak akan lagi Nundur Bawang Tukule Utang," tandas Sandi. [rok]

#SandiagaUno
BERITA TERKAIT
Soal Gugatan di MA, BPN Tak Diajak Koordinasi
Usai Pilpres, Sandi dan Nur Asia Makin Mesra
Dahnil Sebut Sandi Bukan Pencari Kerja
Sandi Ingin Istirahat Sementara Berpolitik
KPK Temukan Uang Berserakan Dikamar Gubernur Kepri
KPK Waspadai Korupsi Sektor SDA Jadi State Capture
KPK Tanggapi Foto RJ Lino Di Luar Negeri

kembali ke atas