EKONOMI

Senin, 11 Februari 2019 | 16:00 WIB

Formula BBM Anyar Perkecil Disparitas Harga

Indra Hendriana
Formula BBM Anyar Perkecil Disparitas Harga
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian ESDM telah menetapkan formula perhitungan harga BBM non-subsidi. Untuk menghindari perbedaan (disparitas) harga antar badan usaha. Sehingga penyelundupan BBM bisa ditekan.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar mengatakan, formula perhitungan harga BBM berdasarkan kelayakan ekonomi. Meski sesuai dengan Keputusan Menteri dan Peraturan Menteri ESDM penetapan harga BBM non subsidi oleh badan usaha hanya dilaporkan ke pemerintah.

"Sudah kami keluarkan formula dengan kelayakan ekonomi masing-masing jenis bahan bakar tersebut," kata Arcandra di Gedung DPR, Jakarta, Senin (11/2/2019).

Arcandra melanjutkan, dengan adanya formula membuat harga BBM non subsidi antara badan usaha tidak jauh. Dengan begitu akan menciptakan rasa keadilan.

"Karena adanya disparitas harga antara satu badan usaha ke badan usaha lain, makanya, kami keluarkan inistatif, untuk membuat formula agar disparitas harga antara badan usaha bisa diperkecil," ujar dia.

Arcandra mengungkapkan, selain BBM non subsidi pemerintah juga telah menerbitkan formula Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP) atau Premium. Atas formula tersebut harga BBM penugasan menjadi lebih mendekati keekonomian. "Strategi ini kami ambil melihat daya beli dan harga keekonomian. Formula yang ada, sudah cukup, maka penetepannya sekali tiga bulan," kata dia. [ipe]

#WamenCandra #FormulaBBM #Harga
BERITA TERKAIT
Cabai Rawit Jadi Barang Mewah di Raja Ampat
(Persiapan Lebaran) Wamen Arcandra Pantau Kesiapan Pasokan Listrik
Aturan Pengelolaan Limbah Smelter Sedang Disusun
Stok Bawang Putih di Ambon Menipis, Harga Selangit
(Stok Bahan Pokok Aman) Kemendag Tekan Bawang Putih Rp35 Ribu Per Kg
Darmin Dorong Pemanfaatan Limbah Sawit Jadi Algae
Diskon All Tol Hingga 15%, Mudik 2019 Bisa Hemat

kembali ke atas