NASIONAL

Senin, 11 Februari 2019 | 16:06 WIB

Polri Jawab Ketum PA 212: Semua Sama di Mata Hukum

Muhammad Yusuf Agam
Polri Jawab Ketum PA 212: Semua Sama di Mata Hukum
Ketum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Ma'arif (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Ketum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Ma'arif menuding hukum tak adil yang membuatnya menjadi tersangka atas kasus dugaan pelanggaran kampanye Pemilu. Polri menegaskan semua orang di mata hukum sama.

"Semua berproses hukum. Kita menjunjung persamaan sama dimata hukum," ucap Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Senin (11/2/2019).

Dedi mengatakan sah-sah saja Slamet Ma'arif mengeluhkan status tersangka yang disandannya. Dedi meminta Ma'arif untuk mentaati aturan hukum yang berlaku.

"Kita juga mengedepankan asas praduga tak bersalah. Warga negara berhak menyampaikan keberatan-keberatannya silahkan asal tetap sesuai koridor hukum," katanya.

Sebelumnya, Slamet Ma'arif ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Surakarta terkait dugaan pelanggaran pemilu dalam acara tablig akbar PA 212 Solo Raya pada 13 Januari 2019 lalu.

Kasus itu bermula dari kehadiran Slamet Maarif dalam sebuah acara tablig akbar di Solo pada pertengahan Januari lalu. Ceramahnya dalam acara itu dianggap bermuatan kampanye sehingga dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu oleh Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi - Ma'ruf Amin Kota Solo.

Dari pemeriksaan yang dilakukan, Bawaslu Kota Solo menemukan unsur kampanye dalam ceramah yang dilakukan oleh Slamet. Bawaslu lantas membawa kasus itu ke ranah pidana pemilu sehingga ditangani oleh Polres Surakarta.

#SlametMaarif #PA212 #Tersangka #Polri
BERITA TERKAIT
Pimpinan KKB Aceh Tewas Usai Baku Tembak
Polri Tegaskan Gedung KPU Sumsel Terbakar Hoax
Polri: Tak Ada WNI Pelaku Bom di Sri Lanka
Polri Persilakan Yunarto Charta Politika Lapor
PA 212 Ikut Acara Syukuran Prabowo-Sandi
Kapolri Ingatkan Tak Ada Perayaan Berlebihan
Penyelenggara Hilangkan Hak Pilih Bisa Dipidana

kembali ke atas