EKONOMI

Senin, 11 Februari 2019 | 17:36 WIB

Produksi Katoda Tembaga PTS tak Terganggu Freeport

Indra Hendriana
Produksi Katoda Tembaga PTS tak Terganggu Freeport
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Smelting (PTS) menjamin produksi katoda tembaga stabil. Meski, PT Freeport Indonesia selaku pemasok utama bahan baku mengalami penurunan produksi di tahun ini.

Manager General Affair PTS, Sapto Hadi mengatakan, PT Freeport berkomitmen memasok seluruh produksi 1,1 juta konsentrat tembaga kepada PT Smelting. Meski PTFI mengumumkan adanya penurunan produksi dikarenakan peralihan metode pertambangan dari penambangan terbuka menjadi penambangan bawah tanah.

"Namun demikian, penurunan produksi tambang PT Freeport ini tak akan berpengaruh terhadap produksi PT Smelting," kata Sapto di Jakarta, Senin (11/2/2019).

Menurut dia, hal itu karena PT Freeport Indonesia sudah berkomitmen untuk memasok seluruh produksinya tahun 2019 ke PT Smelting.

Dengan demikian, lanjut dia, PTS selaku perusahaan peleburan dan pemurnian tembaga, tetap memproyeksikan mengolah 1,1 juta ton konsentrat tembaga. Dari sana akan menghasilkan 291 ribu ton produk utama katoda tembaga dengan tingkat kemurnian 99,99%, serta produksi samping 1,04 juta ton Sulphuric Acid (Asam Sulfat) dan sekitar 805 ribu ton terak tembaga (copper slag)

"Dengan proyeksi produksi seperti itu, PTS masih tetap bisa menjaga komitmen untuk memenuhi pasokan katoda tembaga terbaik ke pelanggannya, baik di dalam negeri maupun luar negeri," ujar dia.

Kata dia, PTS juga tetap mampu menjaga komitmen untuk mendukung program ketahanan pangan pemerintah melalui pasokan asam sulfat ke pabrik pupuk Petro Kimia Gresik. Juga berkomitmen kepada industri semen, beton, dan galangan Kapal yang memerlukan pasokan slag tembaga.

Selain itu, PTS juga akan tetap mampu menjaga kontribusinya dalam menjaga neraca perdagangan Jatim. Seperti diketahui, produk PT Smelting, selama ini menjadi kontributor terbesar kedua komoditas ekspor Jatim.

Dalam kesempatan ini dia mengatakan, bahwa Prihadi Santoso telah mengundurkan diri dari PT Smelting. Betul, Pak Prihadi Santoso memang telah mundur dari PTS sejak 17 Nopember 2018," kata dia.

Menurut Sapto, alasan Prihadi Santoso mengundurkan diri, karena desakan keluarga. Usianya sudah 71 tahun. "Beliau sudah terlibat dalam pendirian PTS sejak 22 tahun lalu. Namun yang utama ya alasan keluarga itu," kata dia.

Adapun nama Prihadi Santoso sempat disebut-sebut dalam persidangan kasus dugaan gratifikasi yang menimpa mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih. Ia disebut sebagai salah satu pemberi gratifikasi terkait dengan impor copper slag.

Permohonan izin impor itu, tegas Sapto, tidak ada kaitannya sama sekali dengan PTS. Sebab, PTS merupakan penghasil produk samping copper slag selain katoda tembaga sebagai produk utamanya.

Selama ini, PTS juga tidak punya rencana untuk mengimpor bahan baku semen pengganti pasir besi ini. "Jadi PTS tidak punya kepentingan terhadap impor copper slag," kata dia. [ipe]

#Freeport #Smelter #PTS #KatodaTembaga
BERITA TERKAIT
Progress Smelter Si Anak Emas Freeport Cuman 3,8%
Pertamina tak Boleh Serampangan Buka Data YYA-1
Asap Karhutla Ganggu Separuh Kegiatan Ekonomi
Tahun Depan, Kendaraan Mengaspal di Tol JORR II
Uang Muka Kredit Rumah Turun, Angin Segar Bagi KPR
BKP Promosi Pangan Organik Dukung Gaya Hidup Sehat
Distribusi BBM, Catatan Hitam DPR untuk Pertamina

kembali ke atas