MOZAIK

Senin, 18 Februari 2019 | 01:11 WIB

Ikhtiar Harus Serius

KH Abdullah Gymnastiar
Ikhtiar Harus Serius
(Foto: Ilustrasi)

ALHAMDULILLAH washsholaatu was salaamu alaa rosuulillah. Segala puji hanya milik Allah Swt. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada Rasulullah Saw.

Allah Swt berfirman, Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. (QS. Al Anam [6] : 162)

Saudaraku, ketika kita bayi, ketika kita tiada berdaya, hanya bisa menangis dan bergerak-gerak dengan sangat terbatas, tak punya banyak kemampuan, tak punya pengalaman, belum punya ilmu, namun Allah Swt Yang Maha Kaya mencukupi rezeki kita.

Rezeki untuk kita datang melalui perantara ibu yang memberikan air susu dan sangat cocok bagi kebutuhan nutrisi kita. Sehingga kita memiliki energi, suhu tubuh kita yang sangat lemah menjadi terjaga, dan kita pun bisa bertahan hidup kemudian tumbuh berkembang. Jikapun, ibu tak mampu memberikan air susunya, Allah Swt memberi kita rezeki melalui jalan lain yang tak pernah bisa kita pikirkan saat itu, yaitu melalui susu sapi atau susu formula. SubhanaAllah!

Betapa rezeki kita cukup. Rezeki justru yang mengejar kita. Seiring berjalannya waktu dan pertumbuhan kita, maka pengalaman dan ilmu kita pun ditambahkan oleh Allah Swt. Kemudian, kita merasakan bahwa semakin ada jarak dengan rezeki kita. Maka, Allah Swt mengkaruniakan akal pikiran sebagai modal bagi kita untuk menjemput rezeki yang halal dan dengan cara yang halal pula. Sehingga upaya kita menjemput rezeki menjadi amal sholeh bagi kita.

Oleh karena itu, janganlah takut tidak dapat rezeki. Tapi, takutlah tidak mendapat keberkahan dari jatah rezeki yang kita dapatkan. Kita diberi akal pikiran, diberi fisik, maka ini adalah sarana amal sholeh kita untuk berikhtiar menjemput rezeki yang sudah Allah tebarkan di muka bumi ini.

Demikian pula ketika kita sudah semakin menua, di saat kemampuan kita semakin menurun untuk ikhtiar disebabkan kendala akal dan fisik yang juga turut menurun, Allah akan kembali memudahkan rezeki untuk datang kepada kita. Syariatnya bisa melalui banyak jalan, salah satunya melalui anak-anak kita. MaasyaaAllah.

Oleh sebab itu, wajib bagi kita untuk menyempurnakan ikhtiar manakala kita berada dalam episode berkemampuan untuk melakukannya. Wajib bagi kita mengoptimalkan ikhtiar dalam menjemput rezeki dari Allah Swt.

Mari kita melihat teladan kita, Rasulullah Saw. Beliau adalah sosok yang paling besar tawakalnya kepada Allah, paling besar kepasrahannya kepada Allah, dan paling serius ikhtiarnya menjemput rezeki Allah Swt.

Rasulullah Saw berniaga dengan jujur, amanah dan penuh tanggungjawab, padahal tahu bahwa Allah Swt Maha Menjamin rezeki bagi setiap makhluk-Nya. Rasulullah Saw mempersiapkan pasukan dengan perisai dan baju perang, padahal tahu bahwa tak ada yang bisa mencelakainya jika Allah Swt tidak menghendakinya.

Saudaraku, sempurnanya ikhtiar adalah amal sholeh kita. Siti Hajar sangat yakin akan jaminan Allah Swt. Tapi Siti Hajar membuktikan keyakinannya itu dengan berikhtiar semaksimal mungkin dengan berlari-lari di antara dua bukit, yaitu Shafa dan Marwa untuk menemukan air. Sampai kemudian Allah Swt. mengeluarkan air Zamzam pada waktunya.

Oleh karena itu, kalau terjadi sesuatu keadaan yang tidak kita harapkan, terjadi kesulitan yang tentu tak kita inginkan, maka periksalah diri kita. Bisa jadi ikhtiar yang kita lakukan belum sungguh-sungguh, atau tidak sesuai dengan apa yang Allah Swt kehendaki.

Ikhtiar yang serius itu terwujud dalam hati yang sepenuhnya yakin kepada Allah Swt, otak yang serius berpikir sesuai ajaran Rasulullah, dan fisik kita maksimal dalam bekerja secara halal. InsyaaAllah semua akan menjadi amal sholeh bagi kita. Dan, Allah akan mendatangkan rezeki terbaik pada waktu yang tepat menurut Allah Swt. Karena ikhtiar kita bukanlah untuk memaksa Allah agar menurunkan rezeki kepada kita, melainkan ikhtiar kita adalah bentuk ibadah kita kepada-Nya.

Allah Maha Melihat, Allah Maha Memberi Rezeki. Sempurnakanlah ikhtiar, dan Allah akan mencukupi. InsyaaAllah. [smstauhiid]

#InilahKehidupan #AaGym
BERITA TERKAIT
Hidup Sederhana
Menjemput Rizki Bukan Mencari Rizki
Belajar dari Tukang Parkir
Hakikat Doa kepada Allah
Gunakan Nikmat Allah untuk Mendekat kepada-Nya
Selalu Memuji Allah
Kekuatan Ikhlas

ke atas