NASIONAL

Senin, 11 Februari 2019 | 23:13 WIB

Penyidik KPK ke Inggris Belajar Berantas Korupsi

Ahmad Farhan Faris
Penyidik KPK ke Inggris Belajar Berantas Korupsi
Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif mengatakan pihaknya akan belajar upaya pencegahan dan memberantas korupsi dengan Inggris termasuk soal beneficial owners, akuntansi forensik dan berbagai hal lainnya.

Hal itu disampaikan Laode usai menerima kunjungan Wakil Duta Besar Inggris untuk Indonesia Rob Fenn di Gedung KPK, Jakarta pada Senin (11/2/2019).

"Penyidik KPK dan penyelidik ingin belajar ke Inggris, khususnya tentang forensic accounting atau hal-hal lain yang kami anggap lebih advance di sana," katanya.

Laode bersyukur dengan berkaca pada regulasi di Inggris, pemerintah sudah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 13 Tahun 2018 tentang Penerapan Prinsip Mengenali Pemilik Manfaat dari Korporasi (Beneficial Owners).

Dengan aturan ini, setiap perusahaan yang mendaftar di Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum dan HAM (Ditjen AHU Kemkumham) harus menyebutkan nama pemilik perusahaan.

Namun, KPK perlu mempelajari implementasi aturan ini dalam upaya pemberantasan korupsi. "Kalau sudah di Ditjen AHU akan ketahuan perusahaan A beneficial owner-nya siapa. Itu sedang kita pelajari," ujarnya.

Sementara Wakil Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Rob Fenn mengatakan Inggris dan KPK sepakat memperkuat kerja sama soal publikasi beneficial owners yang sudah diatur dalam Perpres Nomor 13 Tahun 2018.

Inggris adalah negara pertama di dunia yang membentuk situs khusus beneficial owners untuk publik. Pada tahun pertama diluncurkan, situs mengenai data beneficial owners diakses 2 miliar kali, katanya.

Rob mengundang delegasi KPK ke London, Inggris bulan depan untuk mempelajari banyak hal mengenai pemberantasan korupsi. Karena, Inggris saat ini menjadi tuan rumah pusat koordinasi antikorupsi internasional yang baru dibentuk.

Pusat koordinasi ini menyatukan petugas penegak hukum spesialis dari negara-negara lain seperti Australia, Kanada, Amerika Serikat dan Singapura untuk menangani kasus-kasus korupsi besar.

"KPK akan mengirimkan delegasi ke London bulan depan untuk memahami institusi ini yang dapat mendukung investigasi di Indonesia, ujarnya.

Menurut dia, selama mereka ada di sana (Inggris), SFO (Serious Fraud Office/ Lembaga Antikorupsi Inggris) juga akan memberikan peningkatan kapasitas pada akuntansi forensik.

Kerja sama kami Dengan KPK sangat penting. Kita akan bekerja lebih keras dan lebih dekat satu sama lain," tandasnya.

#KPK #KirimPenyidikInggris
BERITA TERKAIT
KPK Geram Ada Saksi Mangkir Alasan Rapat Timses
JPU Sebut Pasal yang Dipersoalkan Ahli Lucas Basi
KPK Pindahkan Bupati Bekasi Neneng Ke Bandung
KPK Periksa Direktur Dana Perimbangan Kemenkeu
Ini Alasan KPK Belum Tahan Emirsyah Satar
KPK Panggil Ketua & 2 Anggota DPRD Lampung Tengah
KPK Periksa Waketum PAN

ke atas