PASAR MODAL

Selasa, 12 Februari 2019 | 10:49 WIB

MNC Sekuritas Sebut IHSG Masih Belum Oke

M Fadil Djailani
MNC Sekuritas Sebut IHSG Masih Belum Oke
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - MNC Sekuritas memproyeksi, pergerakan IHSG pada hari ini (Selasa, 12/2/2019), masih diselimuti sejumlah sentimen negatif.

Sentimen negatif tersebut antara lain penurunan indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) sebesar 0,21% akibat alotnya perundingan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Selain itu penurunan tersebut merupakan bentuk antisipasi dari perlambatan ekonomi ditengah turunnya harga sejumlah komoditas seperti EIDO sebesar 0,41%, minyak kelapa sawit (CPO) 1,09%, nikel 0,86%, dan batubara 0,51%.

Terdepresiasinya nilai tukar rupiah yang hampir mendekati level Rp14.100 per uS$ ikut andil dalam memengaruhi pergerakan IHSG di kisaran 6.444-6.538.

"Sementara itu pihak terdepresiasinya rupiah mulai membawa angin segar untuk saham berbasis ekspor seperti serta saham sektor konsumsi, retail, industrial properti dan infrastruktur menarik untuk diburu menyusul antisipasi membaiknya kinerja fundamental, besarnya kontrak baru yang mereka peroleh dan akan ditahannya suku bunga acuan," kata Kepala Riset MNC Sekuritas Edwin Sebayang dalam risetnya.

Untuk perdagangan hari ini Edwin merekomendasikan sejumlah saham yang layak untuk dikoleksi, antara lain PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNII), PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES), PT Mark Dynamic Indonesia Tbk (MARK), PT JAPFA Tbk (JPFA), PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS). [ipe]


#MNCSekuritas #BEI #IHSG #SentimenNegatif
BERITA TERKAIT
Minyak Mentah Alami Aksi Ambil Untung
Inilah Saham Pilihan Hari Ini (22/2/2019)
Dolar AS Berani Abaikan Data Ekonomi
Wall Street Berakhir Turun, Ini Pemicunya
Wall Street Terus Tertekan Perang Tarif
IHSG Berakhir Mendatar di 6.517,04 di Sesi I
Ini Aturan Baru tentang Auto Rejection Waran

ke atas