NASIONAL

Selasa, 12 Februari 2019 | 13:15 WIB

KPU Data Pemilih yang Stres Bukan Orang Gila

Ray Muhammad
KPU Data Pemilih yang Stres Bukan Orang Gila
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Ketua KPU Arif Budiman menegaskan, pemilih yang turut serta didata pihaknya ialah orang dengan gangguan jiwa tidak permanen alias tak dikategorikan sebagai gila.

Ia menuturkan, Mahkamah Konstitusi (MK) melalui putusannya pada tahun 2008 menetapkan, warga negara yang mengalami gangguan jiwa namun masih memiliki kesadaran untuk memilih, diperkenankan untuk menyalurkan suaranya.

"Kami mendata orang-orang yang sedang menjalani rehabilitasi. Jadi, istilahnha bukan orang gila, tapi orang dengan gangguan jiwa masih boleh memilih. Kok, sekarang isunya KPU membolehkan orang gila ikut memilih?" jelas Arif, Jakarta, Selasa (12/2/2019).

Ia menambahkan, orang stres dengan yang dikategorikan gila merupakan dua kategori gangguan jiwa yang berbeda.

Adapun oramg gila, katanya, mengalami gangguan jiwa permanen yang secara otomatis tidak memiliki kesadaran untuk memilih saat pemilu nanti.

Ketua KPU pun mengatakan jika bicara stres, dirinya mungkin dapat dibilang mengalami gangguan jiwa tersebut namun bukan mengalami kegilaan.

"Saya saja yang setiap saat mikirin kotak suara, surat suara, kadang stress dan kalau diperiksa mungkin dibilang terkena gangguan jiwa. Nah, yang penting tidak gangguan jiwa permanen, mampu memilih dalam pemilu," katanya. [rok]

#KPU
BERITA TERKAIT
TKN Jokowi-Maruf Akui Kejujuran Prabowo
KPK Angkat Jempol KPU Umumkan Lagi Eks Koruptor
KPU Umumkan 32 Caleg Eks Napi Korupsi Gelombang II
BPN Protes Pendukung Jokowi Bawa APK ke Debat
Polri Tegaskan Ledakan di Parkir Senayan Petasan
BPN Prabowo Tak Permasalahkan Soal Earpiece
BPN Sebut Jurus Tai Chi Prabowo Permalukan Jokowi

ke atas