EKONOMI

Selasa, 12 Februari 2019 | 18:23 WIB

Investor Takut, Tol Trans Papua Dilelang Lagi

Investor Takut, Tol Trans Papua Dilelang Lagi
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Insiden penyerangan oleh Kelompok Kriminal bersenjata (KKB) di proyek Papua membuat rencana pemerintah berantakan.

Pasalnya proyek tol Trans Papua tersebut rencananya akan dilelang kepada investor untuk menanamkan modal khususnya dalam pembangunan Jalan Trans Papua rute Wamena-Momugu melalui skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha Availability Payment (KPBU AP).

"Kemarin sudah market sounding, Sudah ada investor yang minat. Tapi begitu ada isu keamanan tak mendukung, pada waktu itu ya, mereka mikir-mikir lagi. Kita tak bisa salahkan," kata Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Sugiyartanto saat ditemui di Gedung Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa (12/2/2019).

Akibat kasus tersebut Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR lantas berinisiatif mengubah trase Jalan Trans Papua ruas Wamena-Momugu ke area yang lebih aman, agar investor kembali bergairah untuk berinvestasi di dalamnya.

"Karena mereka juga tidak mau menjadi rugi atau bangkrut. Apabila sudah terkontrak kan urusan keamanan sudah di mereka. Keamanan itu kan tidak bisa pakai tolak ukur. Sementara kalau kita mengevaluasi, itu tidak ada biaya kemanan. Tidak ada item khusus untuk keamanan," tuturnya.

Dalam pembangunan tol Trans Papua rute Wamena-Momugu, pemerintah membutuhkan investasi Rp 1,9 triliun. Rencananya, kontrak proyek ini dilakukan selama 13 tahun, di mana 3 tahun merupakan masa konstruksi dan 10 tahun masa pemeliharaan jalan.

"Iya, itu KPBU, rute Wamena-Momugu. Nilai proyeknya sekitar Rp1,9 triliun," katanya.[jat]

#TolTransPapua
BERITA TERKAIT
Hari Ozon Sedunia, KLHK Resmikan Wahana Ozon TMII
Pemprov Jabar Tambah Bus Turis untuk Cirebon
2020 Cukai Rokok Naik 23%, Darmin Sebut Itu Wajar
Perkuat Ekonomi Syariah, Sandi Bikin Koperasi
(Jabar Juara Pariwisata) Gubernur Kamil Siap Danai Pembangunan Telaga Biru
Gegara Asap,Penerbangan Garuda di Kalimantan Batal
Andalkan Start Up, Kamil Memberangus Ketimpangan

kembali ke atas