MOZAIK

Minggu, 17 Februari 2019 | 00:06 WIB

Satu Bunga Mengalahkan Nilai Seribu Bunga

KH Ahmad Imam Mawardi
Satu Bunga Mengalahkan Nilai Seribu Bunga
(Foto: ilustrasi)

NILAI atau makna pemberian kita kepada orang lain tidak hanya ditentukan oleh jenis sesuatu yang kita berikan. Bukan pula hanya ditentukan oleh harga sesuatu itu. Yang juga menentukan sekali adalah konteks waktu, faktor saat, dari pemberian itu. Satu bunga yang dipersembahkan saat hidup adalah jauh lebih berharga dibandingkan dengan seribu bunga yang ditaburkan di atas kuburan pascakematian.

Pandai-pandailah mempersembahkan sesuatu selama hidup. Sekali senyuman yang membahagiakan hati akan diukir dan dikenang indah sepanjang masa. Sekali lagi, bukan masalah harga, namun masalah sentuhan hati yang diberikan. Ini membuktikan bahwa dalam hidup ini, masalah hati lebih dominan menentukan nilai dibandingkan masalah jasmani. Sayangnya, begitu banyak manusia yang lebih fokus pada masalah jasad ketimbang masalah hati.

Guru saya pernah berkata di suatu malam: Kalau sentuhan antarkulit itu melahirkan kenikmatan dan kebahagiaan, maka sentuhan antarhati itu 1.000 kali lebih mampu melahirkan kenikmatan dan kebahagiaan. Manusia tanpa hati adalah binatang sebagaimana lazimnya binatang yang tak memiliki perasaan hati. Ulama memperingatkan kita agar jangan berlama-lama tinggal dengan mereka yang tidak memiliki hati. Bahayanya luar biasa, manfaatnya sedikit sekali.

Kalaulah kita termasuk manusia yang memiliki hati, berikanlah bunga walaupun satu bunga saja kepada setiap orang yang kita jumpai. Kalau ini yang kita lakukan, maka sepanjang perjalanan hidup kita akan menemukan harum wangi. Lebih dari itu, ribuan bunga akan hadir mengantarkan jasad kita ke alam kubur kita. Ribuan bunga yang saya maksud terakhir ini bukanlah bunga dalam makna fisiknya, melainkan doa indah dari orang-orang yang kepadanya kita persembahkan satu bunga.

Mari kita saling memberi bunga, semoga bunga itu mekar indah dalam hati kita dalam wujud cinta dan kasih sayang yang tulus abadi. Salam, AIM. [*]

#PencerahHati #AhmadImamMawardi #AIM
BERITA TERKAIT
Dipanggil Pulang Studi Gara-gara Mengeluh
Mengapa Kita Gagal Menemukan Manisnya Ilmu?
Tentang Anak Yatim, Hadiah Seorang Kepala Sekolah
Puncak Akhlak Baik yang Penting Kita Sematkan
Etika Menyikapi Perbedaan Dibutuhkan di Negeri Ini
Tiga Kelompok Tentukan Baik Tidaknya Masyarakat
Kategorisasi Manusia dari Sisi Rizki dan Akhlak

ke atas