EKONOMI

Minggu, 17 Februari 2019 | 03:09 WIB

Golkar Kritik Enggar Soal Impor, Nasdem Membela

Golkar Kritik Enggar Soal Impor, Nasdem Membela
Ketua Fraksi NasDem DPR, Ahmad M Ali (Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Fraksi NasDem DPR, Ahmad M Ali menyayangkan pernyataan anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar, Firman Soebagyo yang menuding Partai Nasdem harus bertanggung jawab urusan impor.

Mungkin lantaran izin impor pangan adalah tanggung jawab Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita yang merupakan kader Partai Nasdem. Ahmad Ali menilai, pernyataan Firman sangatlah tidak mendasar serta tidak menunjukkan sikap sebagai wakil rakyat dan negarawan.

"Apa yang disampaikan Firman Soebagyo itu menunjukan bahwa dia bukan negarawan, dan sama sekali tidak mengerti urusan tata negara. Pernyataannya itu, terkesan tendensius tidak etis, dan tidak pantas karena secara vulgar menyebut Partai NasDem bertanggung jawab masalah impor pangan,ujar Ahmad Ali di Jakarta, Sabtu (16/2/2019).

Ahmad Ali menekankan, negara melalui presiden dan para menteri, memiliki pertimbangan yang bersifat komperehensif dalam menentukan berbagai kebijakan termasuk impor.

Tentu saja, keputusan impor pangan tidak ujug-ujug. Melainkan melalui pembahasan serta kajian yang bersumber dari data yang valid. Misalnya mempertimbangkan inflasi, kebutuhan nasonal, ketercukupan pangan, dan pemenuhan nasional.

Keputusan soal impor pangan itu tidak ada kaitannya dengan kebijakan atau kepentingan partai politik, atau NasDem. Walaupun Pak Enggar sebagai Menteri Perdagangan adalah kader NasDem, tetapi ia sudah diwakafkan sebagai abdi negara setelah jadi menteri. Kebijakan dia, itu murni soal urusan negara, terang Ahmad Ali.

Bendahara Umum Partai DPP Partai NasDem ini, menyebutkan, kebijakan impor tidak bisa dilihat dalam satu sudut pandang. Namun harus melihat hal itu, dalam urusan kepentingan nasional.

Bila landasan argumen adalah berbasis curiga tanpa data, maka kita akan disesatkan oleh pernyataan Firman. Tidak ada kaitan NasDem dengan impor pangan, tidak ada orang NasDem yang bergerak dalam urusan bisnis seperti itu, papar Ahmad Ali.

Dirinya mengaku sangat menyesalkan pernyataan Firman yang terkesan kuat menggeneralisasi kepentingan negara dengan kebijakan partai. Pernyataan itu dipandangnya tidak logis dan terkesan sebagai manuver. Tidak ada alasan mengaitkan kebijakan Istana dengan Impor pangan urusan kepentingan Partai NasDem.

Saya kasih contoh begini, apakah ketika Setya Novanto korupsi dana E-KTP itu lantas bisa disebut sebagai tanggung jawab Partai Golkar? Ahmad M Ali berkomentar.

Idrus Marham selaku Menteri Sosial ketika ditersangkakan menerima suap, apakah juga bisa kaitkan tanggung jawab Partai Golkar? Kan tidak begitu cara pandanganya, sambungnya.

Ahmad M Ali meminta Firman untuk segera mengklarifikasi pernyataan itu karena dianggap tidak pantas, dan merugikan nama Partai NasDem.
"Firman harus mengklarifikasi pernyataan itu karena tidak etis dan ceroboh. Itu merugikan Partai NasDem yang sama sekali tidak bisa dikaitkan dengan urusan impor pangan, tegasnya. [tar]

#MendagEnggar #Impor #Pangan
BERITA TERKAIT
Indonesia Masih Surganya Impor, Jokowi Gagal Lagi
Tak Lagi Impor, Pertamina Jamin Solar & Avtur Aman
Darmin Sesumbar Setop Impor Migas Bulan Depan
Kementan Pasok Bawang Putih ke Pedagang Eceran
Jangan Jadikan ASN Korban Beras Busuk Bulog
Pemprov Jabar Minta Subang Bikin Perda Sawah Abadi
Bea Cukai Ungkap 22 Burung & Bibit Tanaman Ilegal

kembali ke atas