EKONOMI

Minggu, 17 Februari 2019 | 04:09 WIB
(Jelang Debat Capres)

RR: Infrastruktur Jokowi Oke, Lainnya tak Kredibel

M Fadil Djailani
RR: Infrastruktur Jokowi Oke, Lainnya tak Kredibel
Ekonom senior Rizal Ramli (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Ekonom senior Rizal Ramli melontarkan kritik kepada capres petahana Joko Widodo. Menyangkut melesetnya janji kedaulatan pangan yang kembali diulang di 2019. Padahal janji 2014 belum terlaksana. .

Sebab, pemerintah masih saja melakukan impor pangan, sekalipun kebutuhan pangan dari dalam negeri sudah mencukupi. Rizal bilang, apabila Jokowi mengulang janji kedaulatan pangan dalam debat kedua pilpres yang digelar di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019), semakin menunjukkan bahwa Jokowi tidak kredibel sebagi pemimpin.

Mohon maaf Pak Jokowi, anda tidak kredibel. Jangan lagi beri janji-janji baru. Indonesia adalah negara yang besar memerlukan pemimpin yang jujur dan berintegritas, ungkap Rizal di kediamannya Jakarta, Sabtu (16/2/2019).

Mantan Menko Kemaritiman di Kabinet Kerja Jokowi ini, menyarankan agar jangan lagi mengumbar janji-janji kosong soal kedaulatan pangan. Atau ihwal mobil Esemka yang sempat dijanjikan Jokowi sebagai proyek mobil nasional (mobnas), hingga saat ini tak jelas wujudnya. Pemimpin yang sudah sangat sering berbohong tidak layak untuk membuat janji-janji baru, fair dong? tegas pria yang akrab disapa RR itu.

Kendati demikian, RR tetap berusaha adil dalam mencermati kinerja pemerintahan Jokowi. Suka atau tidak, Jokowi berhasil membangun infrastruktur Indonesia. Kalau dalam bidang infrastruktur boleh lah. Dalam bidang Infrastruktur Pak Jokowi melakukan satu hal, yaitu dia membangun Infrastruktur, paparnya.

Kata dia, debat calon presiden tahap dua harus menunjukan karakter asli calon pemimpin. Sosok terpenting seorang pemimpin adalah kejujuran, bukan yang suka berjanji namun tak pernah ditepati. "Kata-kata adalah ungkapan karakter, doa dan harapan. Sulit bagi pemimpin yang tidak jujur untuk dapat dihormati," kata Rizal.

Menurut RR sapaan akrabnya, Indonesia merupakan negara besar, sehingga membutuhkan pemimpin yang jujur dalam berkata dan melihat, sehingga negara dan pemimpin Indonesia bisa di hormati baik di dalam negeri maupun luar negeri. "Indonesia adalah negara besar, memerlukan pemimpin yang jujur dan berintegritas," ucapnya.

Menurut dia, pemimpin yang memiliki sejarah atau rekam jejak kebohongan akan sulit dipercaya oleh masyarakat, sehingga kredibilitas dalam berbuat janji kurang begitu dipercaya. "Yang bersangkutan tidak lagi memiliki kredibilitas untuk membuat janji-janji baru," imbuhnya. [ipe]

#DebatCapres #KedaulatanPangan #Infrastruktur
BERITA TERKAIT
Darmin Dorong Pemanfaatan Limbah Sawit Jadi Algae
Diskon All Tol Hingga 15%, Mudik 2019 Bisa Hemat
Conoco Philips Komitmen Operasikan Blok Corridor
Realisasi AUTP dan AUTS/K Terus Alami Peningkatan
Kamil tak Sabar Realisasikan Proyek Tol Cisumdawu
(Aksi Demo Bawaslu) Inilah Dampak Kantor Libur di Jakarta Bagi PLN
THR Cari, Kabar Baik untuk PNS dan Non-PNS Jabar

kembali ke atas