PASAR MODAL

Selasa, 19 Februari 2019 | 13:27 WIB

PT Elnusa Catat Kenaikan Laba Jadi Rp275 M

Wahid Ma'ruf
PT Elnusa Catat Kenaikan Laba Jadi Rp275 M
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Elnusa Tbk (ELSA) meraih pendapatan usaha sebesar Rp6,6 triliun dan laba bersih Rp275 miliar per 31 Desember 2018.

Sementara pada tahun 2017, perseroan mencatat laba bersih Rp247 miliar dan pendapatan usaha sebesar Rp4,9 triliun. Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI, Selasa (19/2/2019).

Kinerja perseroan mengandalkan jasa hulu migas berbasis nonaset untuk menangkap peluang bisnis engineering, procurement, construction, operasion & maintenance (EPC-OM) dengan kontrak yang bersifat multiyears.

Peningkatan volume thruput terjadi pada jasa distribusi & logistik energi, melalui unit usaha seperti jasa transportasi BBM, perdagangan BBM industri marine maupun manajemen depo.

Jasa hulu migas memberikan kontribusi sebesar 40% dan jasa distribusi logistik energi sebesar 56%, sedangkan sisaanya sebesar 4% disumbangkan jasa penunjang.

PT Elnusa Tbk (ELSA) bergerak dalam bidang jasa hulu migas dan melakukan investasi saham pada anak perusahaan dan perusahaan joint venture yang bergerak di beberapa industri, seperti layanan dukungan dan perdagangan upstream migas.

Selain itu bisnis layanan dan perdagangan downstream migas bumi dan jasa pengelolaan dan penyimpanan data perdagangan migas dan pengelolaan aset lapangan migas bumi. Perusahaan juga menyediakan barang dan jasa termasuk penyediaan dan pengelolaan ruang kantor untuk anak perusahaannya, pihak terkait dan pihak ketiga.

Para pemegang saham , PT Pertamina sebesar 41,1%, pemegang saham publik sebesar 44% dan Dana Pensiun Pertamina sebesar 14,9%

#ELSA #Elnusa #Kinerja2018
BERITA TERKAIT
Bursa Saham AS dalam Tren Pelemahan Sejak Oktober
Bursa Saham Eropa Coba Tembus Area Positif
PT Chandra Asri Cari Rp750 M di Pasar Obligasi
Koronavirus Bisa Gulung Bisnis di Kawasan Asia
Ketakutan Koronavirus Terus Terjadi di Bursa Asia
Bursa Saham AS di Level Terburuk
BTN Terbitkan Junior Global Bond US$300 Juta

kembali ke atas