EKONOMI

Rabu, 20 Februari 2019 | 08:09 WIB
(Tahun Politik)

Sri Mulyani Dukung Pelaku Ekonomi Digital

Sri Mulyani Dukung Pelaku Ekonomi Digital
Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Pemerintah masih menggodok kebijakan fiskal yang tepat untuk mendukung pelaku usaha ekonomi digital agar semakin berkembang.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, sebagaimana paket kebijakan ekonomi sebelumnya, ekonomi digital termasuk salah satu sektor yang mendapatkan dukungan dari pemerintah, misalkan dalam pemberian insentif perpajakan.

"Namun, bagi kita untuk bisa mempelajari dan memahami, kita sekarang sebetulnya sedang di dalam komunikasi dengan para pelaku untuk mengetahui ekosistemnya mereka. Sehingga, kita juga bisa membuat berbagai pendekatan agar kegiatan mereka itu bisa tumbuh terus meningkat," ujar Sri Mulyani usai dialog ekonomi dan kebijakan fiskal dengan para pengusaha di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Selasa (19/2/2019).

Hingga kini, kata dia, pemerintah memperlakukan para pelaku ekonomi digital sebagai suatu industri yang tengah berkembang dan memahami model bisnis mereka.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu mengatakan, dukungan pemerintah bisa saja nantinya dalam bentuk insentif untuk penelitian dan pengembangan atau insentif dengan mekanisme lainnya.

"Jadi support yang sifatnya langsung seperti itu untuk para start up baru yang kadang-kadang menghadapi permodalan dan bagaimana mereka menghadapi risiko terutama pada risiko kegagalan awal. Itu sedang terus digodok untuk terus bisa mendapatkan treatment dan support yang memang sesuai dengan mereka," kata Ani, panggilan akrabnya.

Sebelumnya Sri Mulyani mengatakan, potensi demografi penduduk Indonesia yang didominasi dengan generasi melek teknologi diyakini menjadi potensi pasar ekonomi digital yang besar.

Menurutnya, tren bisnis mulai berubah. Banyak perusahaan konvensional yang pindah atau mengembangkan aspek digital, sehingga pemerintah pun terus berkomunikasi dengan perusahaan-perusahaan atau marketplace digital untuk mendapatkan masukan mengenai bisnis model mereka dan apa yang perlu disesuaikan dari sisi perpajakan.

Indonesia saat ini memiliki empat perusahaan rintisan (start up) skala unicorn atau mempunyai valuasi di atas satu miliar dolar AS atau Rp14 triliun yakni Go-Jek Traveloka, Bukalapak, dan Tokopedia.

Menurutnya, Indonesia mampu membuat perusahaan sekaliber global. Hal ini menjadi daya tarik bagi para pemain digital dunia untuk datang ke Indonesia.

"Oleh karena itu, pemerintah akan memperbaiki dari sisi kebijakan, yakni memberikan insentif dan berkomunikasi dengan mereka agar terus memberikan nilai tambah," kata Sri Mulyani. [tar]

#MenkeuSMI #EkonomiDigital
BERITA TERKAIT
Petaka Bunga Utang Ketinggian Menteri 'Terbalik'
Tahun Ini, Setoran Pajak Meleset Rp140 T, Bu Ani..
Paruh Pertama, Anggaran Jebol Rp135,8 Triliun
Paruh Pertama, Pajak Cuman 38,25% dari Target
Mulyani Akui Ekonomi RI Rawan Middle Income Trap
Pajak Digital, Asosiasi Fintech Minta Harga Khusus
Membangun Daerah Jangan Andalkan Dana Transfer

kembali ke atas