DUNIA

Minggu, 24 Februari 2019 | 08:56 WIB

Terlambat 3 Menit, Menteri Jepang Didesak Mundur

Terlambat 3 Menit, Menteri Jepang Didesak Mundur
(Foto: BBC)

INILAHCOM, Tokyo--Menteri Jepang untuk urusan olimpiade dan paralimpik, Yoshitaka Sakurada, meminta maaf secara terbuka karena terlambat tiga menit saat menghadiri rapat kerja dengan parlemen. Tapi kelompok oposisi di parlemen mendesak dia mundur sebagai menteri.

Anggota parlemen dari kubu oposisi menyebut keterlambatan Sakurada menunjukkan sikap tidak hormat serta menyebabkan rapat komite anggaran tertunda lima jam akibat protes. Demikian laporan yang dikutip dari BBC, Sabtu (23/2/2019).

Meski terlambat hadir dalam rapat tak dianggap sebagai kesalahan kultural yang mengerikan, oposisi menyebut insiden terakhir sebagai bagian tak terpisahkan dari segala kesalahan Sakurada.

Para anggota legislatif itu sangat marah terhadap Sakurada yang mereka sebut melakukan sejumlah kesalahan berturut-turut.

Pekan lalu Sakurada menyatakan kekecewaannya setelah perenang andalan Jepang di olimpiade, Rikako Ikee, didiagnosa mengidap leukemia.

"Dia adalah calon peraih medali emas (di Olimpiade Tokyo 2020), seorang atlet yang sangat kami harapkan. Saya sangat kecewa," ujar Sakurada saat itu.

Tak lama setelah pernyataan itu, Sakurada didesak meminta maaf.

Tahun 2016, Sakurada juga memicu kemarahan publik karena menyebut para perempuan yang dipaksa memberikan layanan seksual pada prajurit Jepang saat perang dunia sebagai 'pelacur profesionial'.

Tak cuma itu, tahun 2017, Sakurada yang juga menjabat menteri urusan keamanan siber mengaku tak pernah mengoperasikan komputer. Ia mengaku selalu mendelegasikan tugasnya kepada bawahan.

Dalam jajak pendapat terkait kompetensi Sakurada, 65% responden di Jepang menyebutnya tak pantas menyandang jabatan menteri. Survei itu diterbitkan koran Asahi Shimbun, pekan lalu.

Sakurada ditunjuk menjadi menteri urusan Olimpiade Oktober 2018. Salah satu tugasnya adalah mencegah serangan siber menganggu olimpiade yang bakal digelar di Tokyo tahun 2020. [bbc/lat]

#menteri #jepang
BERITA TERKAIT
Jepang Lelang Daging Paus Hasil Perburuan
Sehari Najib Razak Belanja Rp 11 Miliar
Kabinet Baru Thailand Dilantik, Militer Tetap Kuat
Hamas Bantah Ingin Bantai Yahudi di Dunia
Ratu Penipu Hollywood Kirim Korban ke Jakarta
Polisi Italia Gerebek Kelompok Neo-Nazi
Ditemukan Lagi Kuburan Massal di Suriah

kembali ke atas