NASIONAL

Selasa, 26 Februari 2019 | 21:24 WIB

Penyuap Pejabat KemenPUPR Segera Disidang

Ivan Setyadhi
Penyuap Pejabat KemenPUPR Segera Disidang
Juru Bicara KPK Febri Diansyah (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Empat petinggi PT Wijaya Kusuma Emindo (WKE) dan PT Tashida Sejahtera Perkasa (TSP) bakal segera diadili atas kasus dugaan suap kepada pejabat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR).

Hal ini seiring dengan tuntasnya berkas penyidikan kasus yang menjerat keempat tersangka, yakni Budi Suharto selaku Dirut PT Wijaya Kusuma Emindo (WKE); Lily Sundarsih selaku Direktur PT WKE; Irene Irma, Direktur PT Tashida Sejahtera Perkasa (TSP) dan Yuliana Enganita Dibyo, Direktur PT TSP.

"Hari ini dilakukan pelimpahan berkas, barang bukti dan empat tersangka kasus dugaan suap terkait dengan pelaksanaan proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum TA 2017-2018 di KemenPUPR ke tahap penuntutan atau tahap 2," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah melalui pesan singkat, Selasa (26/2/2019).

Budi, Lily dan Irene masih memiliki hubungan kekeluargaan. Budi dan Lily merupakan pasangan suami istri sementara Irene anak mereka.

Selanjutnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK memiliki waktu 14 hari untuk menyusun surat dakwaan terhadap keempatnya.

"Persidangan rencananya akan dilakukan di Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat," kata Febri.

Dalam merampungkan penyidikan kasus ini, KPK telah memeriksa sekitar 80 orang saksi. Puluhan saksi itu terdiri dari unsur PNS pada KemenPUPR, Priority Banking Manager PT Bank Mandiri (Persero) - Tbk. Outlet Prioritas Jakarta Kelapa Gading Boulevard, Project Manager dan Direktur Keuangan PT. WKE, Direktur PT TSP, Direktur dan mantan Direktur PSPAM, pensiunan Anggota Tim Pemantauan dan Evaluasi Proyek Strategis Nasional KemenPUPR, mantan staf pada Direktorat PSPAM, dan Staff Sales Administration Division PT. Sentul City, Tbk.

"Unsur saksi lain yang telah diperiksa yakni mantan Dirjen Cipta Karya Kempupera, Direktur Operasional PDAM Donggala, Komisaris PT Minarta Dutahutama dan unsur saksi lainnya," papar Febri.

Dalam kasus ini, Budi Suharto, Lily Sundarsih, Irene Irma dan Yuliana Enganita Dibyo diduga telah menyuap empat pejabat KemenPUPR, yakni Anggiar Partunggul Nahot Simaremare selaku Kepala Satuan Kerja (Kasatker) SPAM Strategis sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) SPAM Lampung; Meira Woro Kustinah selaku PPK SPAM Katulampa; Teuku Moch Nazar selaku Kasatker SPAM Darurat; dan Donny Sofyan Arifin selaku PPK SPAM Toba I.

Suap tersebut diberikan agar keempat pejabat KemenPUPR itu mengatur lelang proyek pembangunan SPAM tahun anggaran 2017-2018 di sejumlah daerah agar dimenangkan oleh PT WKE atau PT TSP yang sebenarnya dimiliki oleh orang yang sama.

Proyek-proyek tersebut berada di Umbulan 3-Pasuruan, Lampung, Toba 1 dan Katulampa. Tak hanya itu, pejabat Kempupera ini juga menerima suap untuk mengatur lelang terkait pengadaan pipa HDPE di Bekasi dan di daerah bencana di Donggala, Palu, Sulawesi Tengah. [ton]

#KorupsiPejabatKemenPUPR
BERITA TERKAIT
Ayah Perkosa Anak di Sidoarjo Divonis 18 Tahun Bui
Penyidikan Investasi MeMiles Sudah 80 Persen
Wanita Muda Nekat Edarkan Ekstasi di Sidoarjo
(Kasus Korupsi Tubagus Chaeri Wardana) Saksi Sebut TCW Tak Berwenang Rotasi Pejabat Dinas
Dosen IPB Perakit Bom Dkk Segera Hadapi Meja Hijau
Kurir 144 Kg Ganja Divonis Seumur Hidup
KPK‎ Periksa Dua Pejabat KPU

kembali ke atas