NASIONAL

Selasa, 26 Februari 2019 | 20:42 WIB

Penahanan 4 Tersangka Suap KemenPUPR Diperpanjang

Ivan Setyadhi
Penahanan 4 Tersangka Suap KemenPUPR Diperpanjang
Juru Bicara KPK Febri Diansyah (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan terhadap empat tersangka kasus dugaan suap proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR).

Empat tersangka yang diperpanjang penahanannya ialah, Kepala Satuan Kerja SPAM Strategis atau Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) SPAM Lampung, Anggiat Partunggul Nahot Simaremare; PPK SPAM Katulampa, Meina Woro Kusrinah; Kepala Satuan Kerja SPAM Darurat, Teuku Moch Nazar; dan PPK SPAM Toba I, Donny Sofyan Arifin.

"Hari ini dilakukan perpanjangan penahanan selama 30 hari dimulai tanggal 27 Februari 2019 sampai dengan 28 Maret 2019 untuk 4 tersangka," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Selasa (26/2/2019).

Perpanjangan penahanan dilakukan lantaran proses penyidikan terhadap keempat tersangka belum cukup. Sebab dari proses penyidikan, ada indikasi kuat praktik suap tak hanya terjadi di antara empat tersangka yang sekarang di KPK.

Dalam kasus ini, delapan orang ditetapkan sebagai tersangka. Selain empat orang diatas, empat tersangka lainnya sebagai pihak pemberi yakni Direktur Utama PT Wijaya Kesuma Emindo (WKE), Budi Suharto; Direktur PT WKE, Lily Sundarsih; Direktur PT Tashida Sejahtera Perkasa (TSP), Irene Irma; Direktur PT TSP, Yuliana Enganita Dibyo.

Total barang bukti yang diamankan KPK dalam kasus ini uang sejumlah Rp3.3 miliar, 23.100 dollar Singapura dan 3.200 dollar AS. Dalam kasus ini, Anggiat, Meina, Nazar dan Donny diduga menerima suap untuk mengatur lelang terkait proyek pembangunan SPAM tahun 2017-2018 di Umbulan 3 Pasuruan, Lampung, Toba 1 dan Katulampa.

Sementara 2 proyek lain yang juga diatur lelangnya yaitu pengadaan pipa High Density Polyethylene (HDPE) di Bekasi dan daerah bencana di Donggala, Palu, Sulawesi Tengah. Lelang diatur sedemikian rupa untuk dimenangkan oleh PT WKE dan PT TSP.

Anggiat diduga menerima fee untuk pemulusan proyek-proyek itu sebesar Rp850 juta dan USD5 ribu, Meina menerima Rp1,42 miliar dan 22 ribu dollar AS. Kemudian, Nazar menerima Rp2,9 miliar dan Donny menerima 170 juta. [ton]

#KorupsiPejabatKemenPUPR
BERITA TERKAIT
Jiwasraya, Para Pakar ini Bakal Diminta Keterangan
Masih Krusial Kemenhub Stop Penerbangan ke Wuhan
Penjual Tabung Elpiji Bersubsidi Ilegal Dibekuk
Sandi Anggap Masih Dini Bicara Politik 2024
Soal Sinyal 2024, Sandi Setuju Dengan Jokowi
2 Bocah Tengelam di Tanjung Bunga Makassar
Pesta Miras, 11 Remaja Digulung Polisi

kembali ke atas