DUNIA

Rabu, 27 Februari 2019 | 10:15 WIB

Vatikan Terkejut Kardinal Australia Divonis Salah

Vatikan Terkejut Kardinal Australia Divonis Salah
(Foto: AP Photo)

INILAHCOM, Roma--Ketua Konferensi Uskup Australia, Mark Coleridge dan juru bicara Vatikan terkejut mendengar laporan tentang vonis pengadilan Australia atas Kardinal George Pell yang dituduh melakukan pelecehan atas dua orang anggota koor gereja di Katedral Saint Patrick di Melbourne.

Kabar tentang Kardinal Pell itu muncul menyusul usainya KTT empat hari di Vatikan yang diadakan oleh Paus Fransiskus untuk membahas krisis pelecehan seksual dalam Gereja Katolik. Demikian laporan VOA, Rabu (27/2/2019).

Vatikan menyebut laporan paling baru tentang pelanggaran seks oleh Kardinal Pell itu sebagai "menyakitkan". Laporan itu diumumkan setelah pengadilan Australia mencabut larangan diumumkannya vonis atas Kardinal George Pell yang dijatuhkan bulan Desember lalu.

Kardinal yang berusia 77 tahun itu adalah salah seorang pembantu dekat Paus, dan merupakan pejabat Vatikan urusan ekonomi sampai hari Minggu kemarin, ketika masa jabatan lima tahunnya berakhir. Pengadilan di Victoria menyatakan ia bersalah karena melecehkan secara seksual dua orang peserta koor gereja dalam tahun 1990-an.

Pell sejak lama menyatakan ia tidak bersalah, dan pengacaranya mengatakan akan naik banding.

Pejabat jurubicara Vatikan, Alexandro Gisotti mengatakan Paus sangat menghormati keputusan para pejabat hukum Australia.

"Kami menghormati pengadilan dan menunggu hasil proses banding itu, sambil menyatakan bahwa Kardinal Pell telah menyatakan diri tidak bersalah, dan ia punya hak untuk membela diri sampai tingkat banding yang paling akhir," kata Gisotti.

Pell adalah pejabat gereja Katolik palang senior yang dinyatakan bersalah melakukan pelecehan seksual terhadap anak-anak. Ia dinyatakan bersalah atas lima tuduhan. [voa/lat]

#pastor #seksual
BERITA TERKAIT
Mengenaskan, Nasib Dokter yang Lacak Bin Laden
Studio Animasi Jepang Dibakar, 33 Orang Tewas
Trump Bertemu Tokoh Muslim Uighur dan Rohingya
RI Kecam Kota Oxford Beri Penghargaan ke Wenda
AS Cekal Panglima Militer Myanmar
Jemaah di New York Mengeluh Komentar Rasis Trump
AU AS Siap Serbu Pangkalan Alien

kembali ke atas