NASIONAL

Rabu, 27 Februari 2019 | 17:11 WIB

Neneng Hasanah Didakwa Terima Rp18 M dari Meikarta

Ivan Setyadhi
Neneng Hasanah Didakwa Terima Rp18 M dari Meikarta
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Bandung - Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hasanah Yasin didakwa menerima suap sebesar Rp 18 miliar terkait perizinan Proyek Meikarta.

Neneng bersama empat anak buahnya di Pemkab Bekasi, sengaja memuluskan izin proyek Meikarta di Bekasi.

"Para terdakwa memberikan kemudahan dalam pengurusan izin mendirikan bangunan atau IMB kepada PT Mahkota Sentosa Utama yang mengurus perizinan pembangunan proyek Meikarta," kata Jaksa KPK dikutip dari surat dakwaan yang diterima wartawan, Rabu (27/2/2019).

Empat anak buah Neneng tersebut yakni, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Bekasi Jamaludin, dan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Pemkab Bekasi, Sahat MBJ Nahor.

Kemudian Kepala Dinas DPMPTSP Kabupaten Bekasi Dewi Trisnawati, dan Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Neneng Rahmi.

Menurut Jaksa KPK, para terdakwa menerima suap untuk kepentingan berbeda. Namun, pada umumnya terkait perizinan proyek Meikarta. Besaran uang yang diterima para terdakwa pun berbeda-beda.

Pemberian uang untuk Neneng Rp 10.830.000.000 dan 90 ribu dolar Singapura, Jamaludin menerima Rp 1,2 miliar, Dewi Tisnawati Rp 1 miliar dan 90 ribu dolar Singapura, Sahat Maju Banjarnahor menerima Rp 952.020.000 dan Neneng Rahmi Nurlaili menerima Rp 700 juta.

"(Pemberian suap) agar terdakwa Neneng Hasanah Yasin menandatangani IPPT atau izin peruntukan penggunaan tanah pembangunan Meikarta sebagai salah satu syarat untuk penerbitan IMB tanpa melalui prosedur yang berlaku," beber Jaksa.

Atas perbuatannya, Neneng Hasanah cs. didakwa melanggar Pasal 12 huruf a dan/atau Pasal 12 huruf b dan/atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana. [ton]

#KPK #Meikarta #BupatiBekasi
BERITA TERKAIT
TPF Kasus Novel, Polri Buka Komunikasi dengan KPK
Polri Yakin Tim Teknis Maksimal Ungkap Kasus Novel
Jokowi:Kalau Kasus Novel Mudah Sehari Sudah Ketemu
KPK Akui Kecewa Pengusutan Kasus Novel oleh TPF
KPK Tempel Surat Pemanggilan Sjamsul di Singapura
KPK Buka Peluang Ajukan PK Terhadap Syafruddin
Farid Al Fauzi Tidak Penuhi Panggilan KPK

kembali ke atas