EKONOMI

Senin, 04 Maret 2019 | 00:11 WIB

Pembangunan Pabrik Gasifikasi Rampung 2022

Pembangunan Pabrik Gasifikasi Rampung 2022
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Tanjung Enim - PT Bukit Asam rencanya akan membangun empat pabrik di kawasan ekonomi khusus batubara milik PT Bukit Asam, "Bukit Asam Coal Based Special Economic Zone/BACBSEZ), Tanjung Enim, Kabupaten Muaraenim, Sumatera Selatan, dengan target selesai November 2022.

Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk Arviyan Arifin mengatakan empat pabrik itu yakni pabrik gasifikasi batubara yang mengubah batubara kalori rendah menjadi syngas, dan tiga pabrik lainnya yakni pabrik hilirisasi produk batubara.

Tiga pabrik itu yakni pabrik pengolahan syngas menjadi dimethyl ether (dme) untuk menghasilkan elpiji bekerja sama dengan PT Pertamina, pabrik pengolahan syngas menjadi urea untuk menghasilkan pupuk berkerja sama dengan PT Pupuk Sriwijaya, dan pabrik pengolahan syngas menjadi polypropylene sebagai bahan baku plastik bekerja sama dengan perusahaan swasta Chandra Asn.

Arviyan mengatakan hal tersebut dalam sambutannya dalam acara pencanangan hilirisasi batubara di kawasan KEK batubara (BACBSEZ) Tanjung Enim yang dihadiri tiga menteri sekaligus.

Ketiganya, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

Arviyan mengatakan pencanangan ini merupakan tindak lanjut "head of agreement" tiga perusahaan pada 2018 yang bersepakat untuk memulai hilirisasi batubara. Uniknya, pencanangan hari ini tepat dengan peringatan 100 tahun keberadaan PT Bukit Asam di Tanjung Enim, kata dia.

Dalam proses hilirisasi ini diharapkan dapat dihasilkan 500.000 ton urea per tahun, 400.000 dme per tahun dan 450.000 polypropylene per tahun.

Menurutnya, target ini sangat mungkin dicapai karena hanya membutuhkan sekitar 7 juta ton batubara kalori rendah, sementara ketersediaan di Tanjung Enim mencapai 8 miliar ton.

Oleh karena itu, proyek peningkatan nilai tambah batubara ini suatu keniscayaan yang sangat layak diperjuangkan meski kali pertama di Tanah Air.

Bahkan, dengan adanya kegiatan ini, PTBA berharap dapat terus eksis hingga 100 tahun ke depan. Apalagi sudah memiliki strategi pengembangan bisnis "beyond coal" yakni perusahan terus berupaya untuk melakukan hilirisasi batubara.

Melalui hilirisasi batubara ini, PTBA berharap dapat terus meningkatkan nilai tambah dan meningkatkan pendapatan PTBA sehingga dapat terus berkontribusi untuk perekonomian Indonesia melalui penerimaan devisa serta Penerimaan Negara Bukan Pajak.[tar]

#PTBukitAsam #Batubara
BERITA TERKAIT
Izin Dicabut, Lahan Tanito Harum Kembali ke Negara
Menakar Masa Depan Pembangkit Setrum Batubara
Harga Batubara Acuan Juli Makin Rontok
Seandainya Fed Gagal Turunkan Bunga
Jabar Gerus Kemiskinan dengan Dana Zakat Rp26T
Risiko Terburuk Proyek YY Bak Film Deep Horizon
Karena (Mungkin) Orang Tidak Suka Pajak

kembali ke atas