EKONOMI

Selasa, 05 Maret 2019 | 02:09 WIB

Gara-gara China, HBA Maret 2019 Runtuh

Indra Hendriana
Gara-gara China, HBA Maret 2019 Runtuh
Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara Kementerian ESDM Muhammad Hendrasto (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan Harga Batubara Acuan (HBA) untuk Maret 2019 sebesar US$90,57/ton. Lebih murah ketimbang Februari 2019 senilai US$91,80/ton.

Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara Kementerian ESDM Muhammad Hendrasto mengatakan harga batu bara terkoreksi tipis sekitar 1,3% dibandingkan posisi harga di Februari kemarin. "Untuk Maret ini HBA US$90,58/ton," kata Hendrasto di Jakarta, Senin (4/3/2019).

Melemahnya harga batu bara, ini lanjut dia, karena dipengaruhi berkurangnya permintaan dunia. Dimana Formula HBA ditetapkan Kementerian ESDM berdasarkan index pasar internasional.

Dia menjelaskan, ada empat index yang dipakai yakni Indonesia Coal Index (ICI), New Castle Global Coal (GC), New Castle Export Index (NEX), dan Platts59. Adapun bobot masing-masing index sebesar 25% dalam formula HBA.

Nah, China atawa Tiongkok selaku pembeli batubara Indonesia terbesar, sekarang ini sedang melakukan penekanan impor. Alhasil harga batubara pun melemah. "Harga rendah karena demand dari buyer juga enggak banyak, Tiongkok masih pakai stoknya sendiri," ungkapnya.

Berdasarkan catatan melorotnya harga batu bara sudah dimulai sejak September 2018 kemarin. Adapun HBA berada di posisi US$104,81/ton. Kemudian terkoreksi di bulan berikutnya jadi US$100,89/ton dan berlanjut di November sebesar US$97,90/ton.

Penutupan 2018 pun harga masih melemah di level US$92,51/ton. Sementara di awal 2019 tren penurunan harga masih terjadi lantaran HBA berada di posisi US$92,41/ton. [ipe]

#MenteriJonan #HBA #Batubara #China
BERITA TERKAIT
Dijepit Luar Dalam, BI Turunkan Suku Bunga 25 BPS
Istana Minta Enggar Muluskan Ekspor RI ke China
Masuk Radar Menteri ESDM, Kader PPP Bilang Siap
Enggartyasto Diminta Lobi China Demi Genjot Ekspor
Izin Dicabut, Lahan Tanito Harum Kembali ke Negara
Jonan Laporkan Blok Masela, Jokowi Langsung Girang
Jonan: Subsidi LPG Rata-rata Rp3 Triliun Per Bulan

kembali ke atas