NASIONAL

Selasa, 05 Maret 2019 | 17:55 WIB

Rizal Ragukan Hasil Survei Elektabilitas Capres

Rizal Ragukan Hasil Survei Elektabilitas Capres
Tokoh nasional Rizal Ramli (Foto: inilahcom)

INILAH.COM, Jakarta -Tokoh nasional Rizal Ramli meragukan validitas elektabilitas yang dirilis sejumlah lembaga survei terkait Pilpres 2019. Ia mengingatkan lembaga-lembaga survei agar tak menjustifikasi kecurangan.

Menurut Rizal, hasil sejumlah lembaga survei menyebut kubu petahana unggul di atas 20% dengan elektabilitas mencapai 53,2%. Sebaliknya, elektabilitas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno hanya 31,2%. Riza menganggap itu tak masuk akal.

"Gap elektabilitas itu tak masuk akal dan mengingkari logika publik. Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Amin stagnan alias mandek. Elektabilitas Prabowo-Sandi justru naik terus, menanjak," kata Rizal.

Menko Ekuin era Presiden Gus Dur ini menyatakan survei versi LSI Denny JA, Charta Politika, Saeful Mujani, Burhanudin Muhtadi, dan lain-lain tidak memberikan data yang sama dengan yang ia temukan saat berkunjung ke lapangan dan berdialog langsung dengan masyarakat. Dia mengatakan selisih elektabilitas di antara Jokowi dan Prabowo tak lebih dari 10%, bahkan menipis ke kisaran 5-6%.

Rizal mengingatkan semua pihak jika kemenangan Prabowo-Sandiaga sampai dicurangi, people power bakal merebak dan dikhawatirkan bangsa ini guncang. Elite penguasa pun menghadapi perlawanan rakyat dan tekanan keras internasional sehingga perubahan tetap bakal terjadi.

"Survei-survei pro-Jokowi tidak bisa dipercaya. Tidak kredibel karena tidak jurdil, tidak transparan karena hanya melegitimasi secara kasar agar Jokowi dua periode meski periode pertama sudah gagal dan tidak kompeten sama sekali," tandas Rizal. [adc]

#RizalRamli #LembagaSurvei #Pilpres 17 April 2019
BERITA TERKAIT
Gegara Video Mesum, Dua PNS Dibekuk Polisi
Polisi Sita 18 Motor Bodong di Lumajang
Struktur Bata Kuno Ditemukan di Jombang
PemprovSulut Butuh Bantuan Pusat Kembangkan Wisata
Pelaku Penyerangan Maut di Bekasi Terindentifikasi
Belajar dari Youtube, 2 Santri Bobol Pintu Sekolah
Darmizal Pantas Jadi Menteri, Tak Wakili Demokrat

kembali ke atas