PASAR MODAL

Kamis, 07 Maret 2019 | 00:15 WIB

MPPA Cadangkan Nilai Investasi di PT GEI

Wahid Ma'ruf
MPPA Cadangkan Nilai Investasi di PT GEI
PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) mencadangkan penurunan nilai investasi Rp311 miliar di mataharimall.com pada akhir tahun 2018.

Perseroan memiliki 10,08% saham di PT Global Ecommerce Indonesia (GEI) telah melakukan investasi dalam beberapa tahun di PT Solusi Ecommerce Global (SEG) senilai Rp311 miliar . PT SEG merupakan pemilik dan yang mengoperasional platfrom mataharimall.com.

Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI, Rabu (6/3/2019). Perseroan telah mendapatkan informasi tentang perubahan strategi bisnis PT GEI. PT GEI awalnya merupakan marketplace online dari industri beragam atau mataharimall.com menjadi situs online.

Saat inin bisnisnya hanya fokus pad apenjualan barang-barang kebutuhan fesyen. Persetoan melakukan penelaahan nilai wajar dan prospek masa depan untuk investasi perseroan di PT GEI.

Jadi dengan pencadangan penurunan nilai investasi Rp311 miliar di PT GEI yang merupakan induk PT SEG maka laba bersih MPPA akan berkurang sebesar Rp311 miliar. Walaupun tidak mempengaruhi kondisi keuangan dan operasional.

PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) didirikan 11 Maret 1986 dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1986.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Matahari Putra Prima Tbk, antara lain Multipolar Tbk (MLPL) (50,23%) dan Prime Star Investment Pte. Ltd. (26,09%). Multipolar Tbk (MLPL) merupakan perusahan induk MPPA, sedangkan induk usaha terakhir MPPA adalah Lanius Limited.

MPPA adalah emiten dengan jaringan toko serba ada yang menyediakan berbagai macam barang untuk kebutuhan sehari-hari. Saat ini (30/09/2015), MPPA mengoperasikan toko Hypermart, Foodmart dan Boston Health & Beauty di 285 yang berlokasi di Jakarta dan kota-kota lainnya di Indonesia.

#MPPA #MatahariPutraPrima #MatahariMall
BERITA TERKAIT
Bursa Saham AS dalam Tren Pelemahan Sejak Oktober
Bursa Saham Eropa Coba Tembus Area Positif
PT Chandra Asri Cari Rp750 M di Pasar Obligasi
Koronavirus Bisa Gulung Bisnis di Kawasan Asia
Ketakutan Koronavirus Terus Terjadi di Bursa Asia
Bursa Saham AS di Level Terburuk
BTN Terbitkan Junior Global Bond US$300 Juta

kembali ke atas