MOZAIK

Senin, 11 Maret 2019 | 13:59 WIB

Tiga Kelompok Tentukan Baik Tidaknya Masyarakat

KH Ahmad Imam Mawardi
Tiga Kelompok Tentukan Baik Tidaknya Masyarakat
(Foto: Istimewa)

PAGI hari ini mari kita renungkan firman Allah dalam surat 9 (at-Taubah) ayat 34: Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya banyak dari orang-orang alim dan rahib-rahib mereka benar-benar memakan harta orang dengan jalan yang batil, dan (mereka) menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menginfakkannya di jalan Allah, maka berikanlah kabar gembira kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) azab yang pedih.

Kalau kita sempat membuka-buka beberapa kitab tafsir yang biasa dirujuk, kita akan temukan banyak tafsir akan ayat ini. Kali ini, ijinkan saya memilih salah satunya sebagai renungan, yaitu bahwa ada tiga kelompok manusia yang sangat punya peran dalam kehidupan manusia: cendekiawan, ahli ibadah dan pemilik modal. Kebanyakan manusia "menggantungkan" arah dan jalan hidupnya kepada mereka.

Jika para cendekiawan telah menjual atau menukar kebenaran dengan ketamakan harta, para ahli ibadah menjual integritas dan nilai diri dengan kerakusan duniawi, para juragan kaya enggan menggunakan hartanya di jalan yang disenangi Allah, maka masyarakat akan tercabik perasaannya, rusak moralnya dan hancur tatanannya.

Sebaliknya, jika para cendekiawan konsisten menyampaikan kebenaran dengan cara yang baik, para ahli ibadah tulus berdoa dan mengarahkan langkah masyarakat pada keindahan hidup, dan para pemilik modal bersikap murah hati mentasharrufkan harta fii sabiilillah, maka masyarakat akan rukun, damai, gemah ripah loh jinawi, toto tentrem kerto raharjo.

Bagaimanakah keadaan tiga kelompok manusia kini dan di sini? Anda punya jawaban, sayapun punya jawaban. Salam, AIM. [*]

#PencerahHati #AhmadImamMawardi #AIM
BERITA TERKAIT
Jalan Bahagia yang Membahagiakan
Renungan Hubungan Hati Anak dengan Orang Tua
Memahami Jenis Tangisan Agar Tak Tertipu Air Mata
Dipanggil Pulang Studi Gara-gara Mengeluh
Mengapa Kita Gagal Menemukan Manisnya Ilmu?
Tentang Anak Yatim, Hadiah Seorang Kepala Sekolah
Etika Menyikapi Perbedaan Dibutuhkan di Negeri Ini

ke atas