EKONOMI

Senin, 11 Maret 2019 | 17:26 WIB

Aceh Butuh 3 Ribu Tenaga Kerja Konstruksi

Aceh Butuh 3 Ribu Tenaga Kerja Konstruksi
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Banda Aceh - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono menyatakan, Pemerintah Aceh mengalokasikan anggaran untuk pembangunan infrastruktur hingga Rp2 triliun per tahun dan saat ini kekurangan tiga ribu tenaga kerja di bidang konstruksi.

"Kalau kita liat program pembangunan infrastruktur di Aceh, sebanyak Rp1,5 hingga Rp2 triliun per tahun, saat ini Aceh kekurangan tenaga kerja di bidang kontruksi sekitar 3.000 orang," kata Basuki Hadimuljono saat membuka Fasilitasi Uji Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi yang diikuti 1.000 orang dan dihadiri Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah dan Wali Kota Banda Aceh, Amullah Usman di Gedung Banda Aceh Convention Hall, Banda Aceh, Senin (11/3/2019).

Basuki menyebutkan, jika alokasi anggaran di Aceh rata-rata per tahun mencapai Rp2 triliun, jumlah tenaga kerja di bidang konstruksi yang dibutuhkan mencapai 23.000 orang dan 20.000 di antaranya telah tersertifikasi.

Pemerintah Republik Indonesia kata dia, pada masa kepemimpinan, Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla telah menggeser programnya ke pembangunan sumber daya manusia (SDM).

"Secara nasional, dari 8,3 juta pekerja kontruksi, baru 616 ribu orang yang sudah bersertifikat dan pemerintah telah mewajibkan setiap penyedia jasa konstruksi memiliki sertifikat," kata Basuki.

Menurutnya, pemegang sertifikat kontruksi memiliki kekuatan hukum formal dan lebih mudah mencari kerja. Selain itu, Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah telah mewajibkan dalam setiap pelelangan memiliki sertifikasi kompetensi.

"Kami berharap, dengan mengantongi sertifikat kompetensi lebih mudah mencari kerja dan dapat meningkatkan pendapatan," kata Menteri PUPR.[tar]

#MenteriPekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat #Basuki
BERITA TERKAIT
Arcandra Resmikan Smelter PT CNI di Kolaka
OJK Ingin Ada Aturan Lindungi Data Pribadi
Smelter Ini Ditargetkan Beroperasi Akhir 2021
Indonesia Kembali Tuan Rumah Pertemuan Sampah Laut
Koperasi KEN8, Semangat Berbagi Pendidikan
Kelestarian LH, Pertimbangan Kerja Sama RI-Jepang
SKK Migas-Inpek Teken HOA Blok Masela

kembali ke atas