EKONOMI

Rabu, 13 Maret 2019 | 16:20 WIB

PN Makassar Tolak Gugatan Praperadilan Kayu Merbau

PN Makassar Tolak Gugatan Praperadilan Kayu Merbau
(Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Makassar, menolak gugatan praperadilan yang diajukan enam perusahaan terhadap Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Hakim Pengadilan Negeri (PN) Makassar Basling Sinaga, SH, MH, yang memimpin sidang praperadilan menolak seluruh gugatan para pemohon yang terdaftar di Pengadilan Makassar Nomor: 05/Pid.Pra/2019/PN.Mks, setelah satu minggu bersidang.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) KLHK Rasio Ridho Sani menyatakan hal ini merupakan kabar baik bagi proses penegakan hukum lingkungan hidup dan kehutanan. Rasio Ridho juga menyampaikan apresiasi atas putusan hakim PN Makassar tersebut.

Kami mendorong seluruh penyidik KLHK agar terus menegakkan keadilan, profesional, transparan, adil dan akuntabel sehingga dapat mempertanggungjawabkan setiap upaya hukum yang dilakukan kepada masyarakat, ujar Rasio Ridho.

Gugatan para pemohon antara lain:

1. Menyatakan penggeledahan dan penyitaan tidak sah demi hukum;

2. Menyatakan surat perintah penyidikan, Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP), Surat Undangan dan Surat Pengadilan yang ditunjuk kepada masing-masing pemohon pada tanggal 25 Januari 2019 batal demi hukum;

3. Menyatakan kepemilikan barang-barang para pemohon telah sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku;

4. Memerintahkan termohon untuk mengembalikan, melepas dan atau mengirim barang-barang milik para pemohon sesuai Nota Perusahaan.

Keenam perusahaan penggugat diwakili oleh Sutarmi (CV. RTM); Toto Solehudin (CV. MJ); Suryo Egar Prasetiyo (CV. EAJ); Ir. Budi Antoro (PT. HB); Daniel Garden (PT. MGM); dan Ir. Thonny Sahetapy (PT. RPF).

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Gakkum KLHK bersama Lantamal VI Makassar, Armada II TNI AL, serta Tim Gabungan melakukan penindakan terhadap 57 kontainer kayu ilegal jenis kayu Merbau, di Pelabuhan Soekarno Hatta, Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan (6/1/2019). Volume kayu Merbau yang diangkut kapal SM tersebut, diperkirakan lebih dari 914 meter kubik, dengan perkiraan nilai Rp16,5 miliar. [*]

#LHK #KementerianLHK
BERITA TERKAIT
Bebersih Ciliwung Ala Menteri Siti Tembus MURI
KLHK Bangun IPAL & Pengolahan Air Wudhu Istiqlal
Indonesia Golkan Posisi Strategis Isu LCIP di BCCC
Indonesia Tambah Dua Cagar Biosfer Baru
Sidarling, dari Denpasar untuk Indonesia Bersih
Kerja Sama Kehutanan RI-Korea Perlu Ajak Milenial
Di Bogor, Ada Aksi Pengendalian Perubahan Iklim

kembali ke atas