PASAR MODAL

Kamis, 14 Maret 2019 | 17:36 WIB

Garuda Berencana Batalkan Pemesanan Boeing 737 Max

Garuda Berencana Batalkan Pemesanan Boeing 737 Max
(inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Garuda Indonesia kemungkinan akan membatalkan semua pesanan pesawat Boeing 737 Max 8 pasca kecelakaan Ethiopia Airlines yang menggunakan jenis pesawat yang sama.

Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara menjelaskan pihaknya tengah mengkaji ulang pemesanan pesawat Boeing 737 Max 8. Sebab saat ini Garuda masih memiliki pesanan 49 pesawat Boeing 737 Max 8.

"Kita belum sampai ke arah sana (pembatalan) tapi kemungkinan bisa saja. Karena Lion juga sudah batalkan," kata Ari di Kementerian BUMN, Kamis (14/3/2019).

Dia menjelaskan, Garuda Indonesia sebenarnya sudah melakukan kajian untuk mengurangi jumlah pesanan Boeing 737 Max 8 dari 49 yang belum dideliver hanya menjadi 20 unit pesawat, dan sisanya akan ditukar dengan Bleing 787.

Niatan itu muncul setelah tragedi kecelakaan PK LQP milik Lion Air beberapa waktu lalu yang menewaskan seluruh penumpang dan awaknya.

"Tapi kalau kemudian kemarin ada kejsdian Ethiopia Airline, ini mau bagaimana, ini menjadi kekuatan kita dalam melakukan negosiasi dengan Boeing," tegasnya.

Garuda Indonesia saat ini memang mengoperasikan satu unit Boeing 737 Max 8. Hanya saja pesawat tersebut untuk sementara tidak diterbangkan sebagai tindak lanjut pengecekan ulang tingkat keselamatan dan keamanan pesawat itu sendiri.

Meski pesawat yang biasa digunakan untuk terbang ke Singapura ini tak terbang, namun diklaim Ari tak mempengaruhu bisnis Garuda Indonesia secara signifikan.

"Tentunya kita akan ajukan kompensasi ke Boeing, soalnya ini sudah 4 hari tidak beroperasi. Kompensasi kita sedang hitung, termasuk biaya perawatannya selama tidak terbang," ucapnya.[jat]

#Boeing737Max8
BERITA TERKAIT
PT Sido Muncul Catat Laba Naik Jadi Rp374,1 M
Bursa Saham Asia Mulai Naik Tipis
Harga Minyak Berjangka Naik 1%
Harga Emas Berjangka Berakhir Stabil
Inilah Pemicu Penguatan Wall Street
Trump Sebut Bursa AS Moncer di Era Kepemimpinannya
Pasokan NonOPEC Bisa Turunkan Harga Minyak?

kembali ke atas