EKONOMI

Jumat, 15 Maret 2019 | 04:09 WIB

Era Jokowi, Jumlah Pengangguran Naik tapi Tipis

Era Jokowi, Jumlah Pengangguran Naik tapi Tipis
Wakil Direktur Institue for Development of Economics and Finance (Indef), Eko Listyanto

INILAHCOM, Jakarta - Wakil Direktur Institue for Development of Economics and Finance (Indef), Eko Listyanto menyebut masih minimnya penciptaan lapangan kerja di desa.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Eko memaparkan, tingkat pengangguran di desa naik tipis dari 4,01% pada 2017, menjadi 4,04% di 2018.

Dari data BPS, pengangguran di pedesaan pada 2015 dan 2016 memang menurun. Tetapi dari 2017 ke 2018 mengalami peningkatan. Meskipun naiknya relatif kecil, tetapi tetap saja itu kenaikan yang tidak baik, kata Eko di Jakarta, Kamis (14/3/2019).

Melihat data tersebut, Eko mengatakan program dana desa yang digelontorkan pemerintah, belum terbukti menjadi obat mujarab dalam mengerek kesejahteraan di perdesaan. Padahal, dana tersebut setiap tahunnya terus meningkat.

Selain tingkat pengangguran di desa yang meningkat, Eko mengatakan, efektiftas pelatihan untuk meningkatkan keterampilan calon tenaga kerja juga masih rendah. Dari sekitar 7 juta pengangguran di Indonesia, sebanyak 1 juta lebih pernah mengikuti pelatihan maupun sertifikasi. Artinya, tidak ada jaminan bahwa setelah ikut pelatihan akan dapat pekerjaan.

Sarana dan materi pelatihan perlu adaptif mengikuti dinamika yang berkembang di pasar tenaga kerja, sehingga skill yang diajarkan memang benar-benar dibutuhkan oleh pasar tenaga kerja, kata Eko. [tar]

#PresidenJokowi #Pengangguran #BPS #Indef
BERITA TERKAIT
Gubes UI Sarankan Jokowi Comot RR Masuk Kabinet
Istana Minta Enggar Muluskan Ekspor RI ke China
Faisal Minta Jokowi Merger Kemendag dan Kemenperin
Petaka Bunga Utang Ketinggian Menteri 'Terbalik'
Jumlah Orang Miskin Turun, Ini Jurus Pemprov Jabar
Jonan Laporkan Blok Masela, Jokowi Langsung Girang
(Izin Investasi Masih Rumit) Era Jokowi Belum Berhasil Efisienkan Birokrasi

kembali ke atas