EKONOMI

Sabtu, 16 Maret 2019 | 15:38 WIB

Hari Bhakti Rimbawan, KLHK Tanam Pohon Serentak

M Fadil Djailani
Hari Bhakti Rimbawan, KLHK Tanam Pohon Serentak
(inilahcom)

INILAHCOM, Rumpin - Memperingati Hari Bhakti Rimbawan Ke-36 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) merayakannya dengan menanam bibit pohon serentak di sejumlah daerah di tanah air.

Dipusatkan di Kantor Badan Litbang dan Inovasi (BLI) KLHK), Rumpin Kabupaten Bogor, Jawa Barat Sabtu (16/3/2019), Sekretaris Jenderal KLHK Bambang Hendroyono yang mewakili Menteri KLHK Siti Nurbaya Bakar mengatakan pelestarian alam merupakan tindakan yang amat penting demi menjaga kelangsungan hidup manusia.

"Harus kita ingat bahwa urusan pelestarian alam bukanlah masalah kecil karena menyangkut masa depan anak cucu dan cicit kita," kata Bambang dalam sambutannya.

Menurut Bambang menanam pohon ibarat sebuah menaruh harapan atau berdoa kepada sang pencipta, agar diberikan pelestarian alam yang berkelanjutan.

"Memang sebenarnya saat kita menanam pohon kita itu sedang menanam doa, menanam harapan, menanam kerja kita semuanya untuk keberlanjutan hidup generasi yang akan datang," ucapnya.

"Dan kita semua sudah melihat sendiri apa akibatnya bila kita tidak merawat alam. Main asal tebang pohon akhirnya bencana, seperti banjir yang datang dan akan menyusahkan kita, menyusahkan rakyat," tambahnya.

Menurut dia, gerakan menanam pohon ini merupakan himbauan dari Presiden Jokowi untuk segera melakukan reklamasi dan rehabilitasi hutan secara besar-besaran mulai tahun 2019.

"Rehabilitasi dan penananam pohon diorientasikan untuk penyelamatan danau, penyelamatan dam/waduk, pemukiman, serta menjaga keindahan alam sekaligus untuk perluasan kesempatan kerja serta penyediaan kayu rakyat dan berbagai manfaat ekonomi lainnya bagi tabungan masyarakat di masa depan," katanya.

Reklamasi dan rehabilitasi lahan dilakukan pada 15 Daerah Aliran Sungai, 15 danau dan wilayah bagian hulu dam pada sebanyak 65 lokasi.

Terdapat tiga pola penanaman dalam gerakan tanam nasional sebagai langkah korektif atas gerakan-gerakan sebelumnya sebagai berikut: penanaman oleh negara/pemerintah dilakukan melalui: (1) Rehabilitasi Hutan dan Lahan (didalam dan di luar kawasan); (2) Restorasi ekosistem gambut; (3) Pemulihan wilayah akibat bencana longsor dan banjir (resettlement); dan (4) Pemulihan Karhutla (rehabilitasi tegakan). Penanaman oleh korporasi dilakukan melalui: (1) Industri (HPH/Multi Sistem Silvikultur); (2) Industri (HTI); (3) Rehabilitasi DAS (IPPKH); dan (4) Corporate Social Responsibility (CSR). Penanaman oleh masyarakat dilakukan melalui: (1) Perhutanan Sosial; dan (2) Dinamika Masyarakat (sistem adopsi pohon, dll).

Seiring dengan penurunan luasan lahan kritis yaitu sekitar 14,01 juta hektar di tahun 2018, Saya mengingatkan agar tahun 2019 dapat diisi dengan kerja keras, dengan target rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) yang lebih besar yaitu sekitar 688 ribu ha terdiri dari 207 ribu hektar dari sumber APBN dan dan 482 ribu ha IPPKH.

"Pemerintah pusat tentu tidak mungkin berbuat sendiri. Harus ada dukungan Pemerintah Daerah, dunia usaha, masyarakat luas. Keberhasilan program penanaman dan pemeliharaan pohon juga ditentukan oleh 6T, yaitu: Tepat perencanaan, Tepat pemilihan jenis, Tepat pembibitan, Tepat waktu penanaman, Tepat pemeliharaan dan Tepat pemanenan," katanya. [ipe]


#LHK #HariRimbawan #TanamPohon
BERITA TERKAIT
KLHK Terus Pantau Titik Panas di Kutai
Hutan Sosial Pacu Ekonomi Masyarakat Sekitar Hutan
KLHK Sambut Baik Praperadilan Kayu Ilegal Ditolak
6 Pemda dapat Fasilitas Kelola Sampah DAS Citarum
Sejarah untuk Riau, KLHK Beri KHDTK untuk Unilak
Kapal Asing Perusak Terumbu Karang Bayar Rp35,4 M
(Atasi Karhutla) KLHK Terus Bentuk Masyarakat Peduli Api

kembali ke atas