EKONOMI

Selasa, 19 Maret 2019 | 13:15 WIB

Sentani Digulung Air Bah, Begini Kata KLHK

M Fadil Djailani
Sentani Digulung Air Bah, Begini Kata KLHK
(Foto: Inilahcom/Fadil Djailani)

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), mengungkapkan, bencana banjir bandang yang terjadi di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, disebabkan banyak faktor.

Direktur Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (PDASHL) KLHK, Ida Bagus Putera Prathama mengatakan, berdasarakan laporan Direktur Perencanaan dan Evaluasi Pengendalian Daerah Aliran Sungai (DAS), bencana banjir bandang ini dipengaruhi oleh beberapa faktor.

"Di antaranya curah hujan ekstrim, adanya longsor karena proses alami di wilayah Timur Sentani dan membentuk bendung alami yang jebol ketika hujan ekstrim," kata Ida di Kantornya, Jakarta, Selasa (19/3/2019).

Tak hanya itu, Ida menyebut penggunaan-penggunaan lahan permukiman dan pertanian lahan kering campur pada Daerah Tangkapan Air (DTA), memicu banjir seluas 2.415 hektar. "Berdasarkan peta kerawanan banjir limpasan, sebagian besar DTA banjir merupakan daerah dengan potensi limpasan tinggi dan ekstrim," lanjutnya.

Selanjutnya, lokasi titik banjir adalah dataran aluvial dan dekat dengan lereng kaki, sehingga secara geomorfologis merupakan sistem lahan yg tergenang. "Upaya yang telah dilakukan Pemerintah adalah Rehabilitasi Hutan dan Lahan tahun 2014-2016 seluas 710,7 hektare pada DTA banjir." [ipe]

#LHK #BanjirSentani #PemprovPapua
BERITA TERKAIT
KLHK Terus Pantau Titik Panas di Kutai
Hutan Sosial Pacu Ekonomi Masyarakat Sekitar Hutan
KLHK Sambut Baik Praperadilan Kayu Ilegal Ditolak
6 Pemda dapat Fasilitas Kelola Sampah DAS Citarum
Sejarah untuk Riau, KLHK Beri KHDTK untuk Unilak
Kapal Asing Perusak Terumbu Karang Bayar Rp35,4 M
(Atasi Karhutla) KLHK Terus Bentuk Masyarakat Peduli Api

kembali ke atas