EKONOMI

Selasa, 19 Maret 2019 | 14:23 WIB

KLHK Kaji Ulang Tata Ruang Usai Banjir Sentani

M Fadil Djailani
KLHK Kaji Ulang Tata Ruang Usai Banjir Sentani
(Foto: Inilahcom/Fadil Djailani)

INILAHCOM, Jakarta - Bencana banjir bandang yang terjadi di daerah Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua membuat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) segera mengkaji ulang tata ruang wilayah tersebut.

"Kita bakal melakukan review tata ruang, termasuk permukiman dengan
mempertimbangkan pengurangan resiko bencana," kata Direktur Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (PDASHL) KLHK, Ida Bagus Putera Prathama di Kantornya, Jakarta, Selasa (19/3/2019).

Ida bilang memang daerah Sentani terbentuk secara alamiah, sama dengan wilayah-wilayah pemukimanan yang ada di Indonesia tanpa memikirkan faktor tata ruang, bedanya wilayah Sentani memang dikelilingi perbukitan dan berada di daerah yang memang rawan akan bencana alam.

"Memang wilayah tersebut terbentuk kan secara alamiah, tadinya sedikit lama-lama kan berkembang dan meluas, tanpa adanya tata letak dan ruang," katanya.

Maka dari itu kata dia, perlu adanya program tata ruang diwilayah tersebut, sehingga dapat mengurangi resiko bencana dan korban jiwa.

Selain bakal melakukan penataan ulang baru wilayah tersebut, pemerintah juga berencana melakukan peningkatan kapasitas pengaliran sungai, misalnya pelebaran sungai (semacam banjir kanal), agar jika ada banjir dikemudian hari bisa tertampung dalam aliran sungai tersebut.

Tak hanya itu, penerapan kaidah-kaidah konservasi tanah dan air pada kegiatan pertanian di daerah dengan kelerengan yang terjal. Selain itu internalisasi rencana pengelolaan terpadu danau Sentani kedalam rencana pembangunan daerah.

#LHK
BERITA TERKAIT
Delegasi RI Perkuat Hubungan Bilateral pada BCCC
Komisi IV DPR RI Apresiasi Raihan WTP KLHK 2018
Bebersih Ciliwung Ala Menteri Siti Tembus MURI
KLHK Bangun IPAL & Pengolahan Air Wudhu Istiqlal
Indonesia Golkan Posisi Strategis Isu LCIP di BCCC
Indonesia Tambah Dua Cagar Biosfer Baru
Sidarling, dari Denpasar untuk Indonesia Bersih

kembali ke atas