EKONOMI

Selasa, 19 Maret 2019 | 18:09 WIB
(Banjir Sentani)

KLHK Bakal Rehabilitasi 1.000 Hektar DAS Membarano

M Fadil Djailani
KLHK Bakal Rehabilitasi 1.000 Hektar DAS Membarano
Direktur Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung KLHK Ida Bagus Putera Parthama (Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), mengaku bakal merehabilitasi kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Memberano.

Langkah ini diambil usai bencana banjir bandang yang terjadi di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua beberapa waktu lalu.

Direktur Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung KLHK Ida Bagus Putera Parthama mengatakan bakal merahabilitasi setidaknya 1.000 ha kawasan DAS tersebut. "Tahun 2019, akan dialokasikan 1.000 ha. Kenapa kecil karena di sana sedikit area yang perlu direhabilitasi," katanya di Jakarta, Selasa (19/3/2019).

Ida bilang, kondisi topografi, lereng, dan jenis tanah diwilayah tersebut sangatlah rentan, sehingga sedikit saja ada guncangan gempa dan hujan deras akan mengakibatkan banjir bandang.

Untuk 1.000 hektar yang dilakukan RHL di wilayah Papua tersebut lanjutnya dianggarkan Rp5 miliar. Pihaknya pun akan memetakan RHL tersebut.

Lebih lanjut, kata dia, KLHK juga akan mengirimkan tim ke lokasi bencana untuk melihat dan mengidentifikasi penyebab pasti bencana tersebut. "Nanti malam tim kita ke sana. Apakah bisa lihat pakai drone untuk melihat fakta yang ada," ucapnya.

Putera menjelaskan, konsep RHL nanti ada dua macam yakni membuat tanggul untuk mencegah erosi dan reboitasi atau menanam kembali.

KLHK menyebut, peristiwa banjir bandang pun lebih didominasi fenomena alam. KLHK pun mengatakan, tidak ada perambahan dan penggundulan hutan. Sejak tahun 2012 sampai 2017, perubahan tutupan lahan tidak signifikan hanya 495,47 ha atau sekitar 3,3%.

Kemudian, luas tutupan lahan pertanian lahan kering dan permukiman di dalam kawasan hutan pada daerah tangkapan air banjir mencapai 2.415 ha dari 15.000 ha luas daerah tangkapan air di wilayah Sentani. Di bagian atas pun ada savana. Selain itu terdapat cagar alam Cycloop yang didominasi pegunungan. "Jika dilihat kondisi tutupan lahan relatif stabil. Saat banjir bandang, pohon yang terbawa pun pohon utuh hingga ke akarnya," ungkapnya. [ipe]


#LHK #BanjirSentani #DASMembarano
BERITA TERKAIT
(Divonis Bersalah Karhutla) Menteri LHK: Justru Pak Jokowi Benahi yang Salah
Melalui FTN TWA, KLHK Ajak Warga Berwisata di Alam
Tiga Inovasi Layanan Publik KLHK Raih Penghargaan
72 Paruh Burung Rangkong Tujuan Hong Kong Disita
KLHK Bangun Sistem Informasi Jaga Ekosistem Gambut
Sinergi Pusat dan Daerah dalam Pencegahan Karhutla
Regulasi Kubah Gambut Perkuat Ekosistem Gambut

kembali ke atas