NASIONAL

Jumat, 22 Maret 2019 | 14:26 WIB

Wiranto Ingatkan Hoaks Tak Dijadikan Alat Kampanye

Muhammad Yusuf Agam
Wiranto Ingatkan Hoaks Tak Dijadikan Alat Kampanye
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - MenkoPolhukam Wiranto mengingatkan kepada siapapun untuk tidak menggunakan pemberitaan bohong alias hoaks untuk menjadi alat kampanye Pemilu 2019.

"Berita-berita hoaks atau berita bohong yang disampaikan terutama melalui media sosial tentunya memiliki tujuan politis yaitu dipakai sebagai alat untuk menyingkirkan lawan politik sehingga menyebabkan demokrasi menjadi tidak sehat dan merusak persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia," kata Wiranto di Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (22/3/2019).

Wiranto mengatakan isu-isu hoaks itu masuk dalam politik identitas. Melalui isu itu, Wiranto menyebut masyarakat telah dibuat takut atau tak beda jauh dengan aksi teror.

"Penyebaran berita hoaks dan menguatnya politik identitas dalam ajang Pemilu Serentak Tahun 2019 merupakan bentuk lain dari teror kepada masyarakat karena mempengaruhi kondisi psikologis rakyat Indonesia sehingga kepada para pelakunya harus diambil langkah hukum yang tegas," jelasnya.

Oleh karena itu, mantan Ketum Hanura ini meminta aparat kemanan untuk sigap menjaga situasi keamanan jika terjadi ancaman yang meresahkan di suatu daerah.

"TNI-Polri selaku institusi yang bertanggungjawab langsung terhadap pengamanan jalannya Pemilu Serentak 2019, apabila menemukan adanya kerawanan dan hambatan tersebut harus dapat mengambil suatu tindakan tegas sesuai dengan prosedur tetap dan aturan hukum yang berlaku sehingga tidak ada toleransi sekecil apapun bagi pihak-pihak yang akan mengganggu jalannya Pemilu Serentak 2019," terang dia. [rok]

#Wiranto
BERITA TERKAIT
Wiranto Optimis Tak Sulit Satukan Pensiunan TNI
Sandi:Gugatan ke MK Demi Perbaikan Pemilu ke Depan
MK Bantah Ada Hakim Mendapat Ancaman
BPN Sebut Pemilu 2019 Banyak Masalah
(Sidang Gugatan Pilpres 2019 di MK) 30 Saksi Tim Prabowo Minta Perlindungan LPSK
Benda Diduga Bom di Cirebon Peninggalan Zaman Dulu
Novanto Huni Sel Khusus Teroris di Gunung Sindur

kembali ke atas