EKONOMI

Selasa, 26 Maret 2019 | 15:45 WIB

Gobel Inginkan Petani Gorontalo Belajar ke Jepang

Gobel Inginkan Petani Gorontalo Belajar ke Jepang
Politisi NasDem Rachmat Gobel (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Gorontalo - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Pemprov Gorontalo fokus mengembangkan sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan. Demi meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menekan pengangguran.

Terhadap hal ini, politisi NasDem Rachmat Gobel mendukung, dan ingin petani di Gorontal bisa terus berkembang. Salah Satu caranya petani bisa belajar ke Jepang. "Petani kita dorong, kita akan mencari bagaimana petani-petani Gorontalo bisa dilatih didik di Jepang. Ini salah satunya untuk memanfaatkan hubungan Indonesia-Jepang," kata Gobel kepada wartawan, Jakarta, Senin (25/3).

Gobel mengaku heran, lantaran Gorontalo sekarang berada di peringkat 5 wilayah miskin di Indonesia. Padahal, kata dia, pemerintah pusat sudah memberikan perhatian bagus seperti dana desa dan program untuk petani.

"Ini yang ingin kita benahi. Kita punya keinginan membangun Gorontalo karena selama 17 tahun ini miskin terus. Jadi kita benahi, petani dapat income lebih baik" kata Gobel yang menjadi Caleg DPR dari NasDem untuk Daerah Pemilihan (Dapil) Gorontalo (Bone Bolango, Kota Gorontalo, Gorontalo, Gorontalo Utara, Boalemo, dan Pahuwato).

Selain faktor ekonomi, menurut mantan menteri perdagangan era Kabinet Kerja Jokowi ini ingin memperbaiki sistem pendidikan. Menurutnya, guru-guru di Gorontalo harus diperhaikan dan meningkatkan kemapuannya. "Guru seperti apa yang dibutuhkan untuk pembangunan SDM kita. Jadi bukan hanya murid saja. Tentu ada setrifikasi dan pelatihan serta membangun wawasan lebih luas lagi," kata Gobel.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Februari 2019, NTP (NTP Umum) Provinsi Gorontalo sebesar 104.21, atau naik 0,65% dibandingkan Januari 2019 yang tercatat 103.54.

Di mana, NTP masing-masing subsektor tercatat sebesar 109.10 untuk Subsektor Tanaman Pangan (NTP-P), 110.67 untuk Subsektor Hortikultura (NTP-H), 96.10 untuk Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (NTP-R), 101.66 untuk Subsektor Peternakan (NTP-T), dan 100.94 untuk Subsektor Perikanan (NTN).

Dari 10 provinsi di Kawasan Timur Indonesia, ada 5 provinsi yang NTP-nya berada di atas 100. NTP tertinggi dicapai oleh Provinsi Sulawesi Barat sebesar 109.15, diikuti Provinsi Gorontalo sebesar 104.21, Sulawesi Selatan sebesar 102.99, kemudian Provinsi Papua Barat sebesar 101.62 persen dan Maluku sebesar 100.88.

Nilai Tukar Petani terendah terjadi di Provinsi Papua sebesar 90.87, kemudian Provinsi Sulawesi Tenggara sebesar 92.87, Provinsi Sulawesi Tengah sebesar 93.72, Provinsi Sulawesi Utara sebesar 95.18, dan Provinsi Maluku Utara sebesar 95.75. NTP nasional sebesar 102.94 mengalami penurunan -0.37 persen dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 103.33.

Pada Februari 2019, terjadi deflasi di daerah perdesaan di Provinsi Gorontalo sebesar -0.04 persen. Deflasi terjadi karena adanya penurunan indeks harga pada kelompok bahan makanan sebesar -0.33%. Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Provinsi Gorontalo pada Februari 2019 sebesar 119.03, atau naik 0,57% dibanding NTUP Januari 2019. [tar]


#MendagGobel #Pertanian #Jepang #Nasdem
BERITA TERKAIT
Tahun Ini, Produksi Migas Pertamina Lampaui Target
(Atasi Kekeringan) Petani Magetan Manfatkan Irigasi Air Tanah Dangkal
Operasi Penyelamatan Krakatau Steel
Rizal Ramli Pegang Kunci Pembuka Mega Skandal BLBI
(Atasi Gelembung Gas) Pertamina Kirim Tim Ahli ke Anjungan Laut Jawa
(Aturan Emas Digital) Tamasia Ikut Aturan, Pegadaian Melawan Bappepti
(Rayakan HUT ke-54) PGN Fokus Jalankan Peran Sub Holding Gas

kembali ke atas