NASIONAL

Kamis, 04 April 2019 | 11:28 WIB

Amien Rais: Penganiayaan Ratna Harus Di-blow up

Muhammad Yusuf Agam
Amien Rais: Penganiayaan Ratna Harus Di-blow up
(Foto: ist)

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais menjelaskan pertemuan di Hambalang yang membahas soal penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet yang berujung pada hoaks.

"Saya bilang ini harus diangkat ke permukaan, ini penganiayaan tim pemenangan Pilpres. Kemudian dia memang pas ditanya sudah lapor polisi belum? (Dia jawab) belum, kan memang nggak salah itu harus lapor dan sebaiknya lapor," kata Amien Rais dalam sidang lanjutan hoaks penganiayaan Ratna Sarumpaet di PN Jaksel, Kamis (4/4/2019).

Amien juga mendorong Ratna agar melaporkan kasus penganiayaan itu ke polisi. Menurutnya, penganiayaan ini harus diungkap dan diproses hukum seadil-adilnya.

"Karena saya lihat keadaan seperti itu justru satya mengangkat keadaan ini supaya tahu ada penganiaayaan dan proses hukum agar adil dan transparan," imbuh dia.

Amien juga mengaku baru mengetahui soal kabar Ratna dianiaya itu pada 2 Oktober 2018. Amien tahu informasi itu dari salah satu media online.

"Saya lihat di Youtube kelihatan Bu Ratna keadaan wajahnya memang seperti kena penganiayaan berat. Kemudian saya menghubungi teman-teman Gerindra langsung, mau berbicara pada Prabowo apakah sudah mengetahui salah satu tim pemenangan Pilpres yaitu RS dianiaya sesuai dengan berita detikitu," katanya.

Pada akhirnya semua cerita Ratna yang mengaku dianiaya adalah bohong. Ratna mengakui bahwa muka lebam itu adalah hasil perawat medis usai operasi plastik di salah satu rumah sakit di Jakarta.

Ratna Sarumpaet didakwa membuat keonaran dengan menyebarkan kabar hoax penganiayaan. Ratna disebut sengaja membuat kegaduhan lewat cerita dan foto-foto wajah yang lebam dan bengkak yang diklaim akibat penganiayaan.

Ratna Sarumpaet didakwa dengan Pasal 14 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan/atau Pasal 28 UU No 19 Tahun 2016 tentang ITE. [rok]

#AmienRais
BERITA TERKAIT
Karena Kata Kampung, Hakim Arief-BW Debat Panas
370 Rumah di Konawe Terbawa Arus Banjir
Jokowi Ratas Persiapan Kunker ke KTT ASEAN & G20
Tim Hukum Prabowo Batal Hadirkan Saksi dari Aparat
MK Minta Setop Istilah DPT Manipulatif Palsu
Banjir Konawe, Gas 3 Kg Dijual Seharga Rp100 Ribu
(Darmayanti Lubis) Jangan Khianati Reformasi dengan Melanggar Pemilu

kembali ke atas