NASIONAL

Jumat, 05 April 2019 | 16:55 WIB

KPK Sita 13 Mata Uang Asing dari Pejabat KemenPUPR

Ivan Sethyadi
KPK Sita 13 Mata Uang Asing dari Pejabat KemenPUPR
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah (Foto: inilahcom)


INILAHCOM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita 13 mata uang asing dari para pejabat Kementeriaan PUPR. Diduga, 13 mata uang asing tersebut merupakan hasil korupsi yang diterima oleh oknum pejabat KemenPUPR.

Uang tersebut disita selama proses penyidikan kasus dugaan suap pelaksanaan proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) milik KemenPUPR.

"KPK menyita uang dari 75 orang," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jakarta, Jumat (5/4/2019).

Febri menjelaskan dari 75 orang yang uangnya disita tersebut, 69 diantaranya mengembalikan secara langsung."Uang yang disita tersebut diduga diterima oleh para Pejabat di Kementerian PUPR dalam rupiah dan berbagai bentuk mata uang asing," terangnya.

KPK memang sedang melakukan pengembangan perkara dugaan suap terkait proyek air minum. KPK menemukan cukup banyak proyek KemenPUPR yang diduga dikorupsi oleh pejabatnya.

"KPK menduga pembagian uang pada pejabat Kementerian PUPR terjadi masal pada puluhan pejabat di sana terkait proyek sistem penyediaan air minum," terangnya.

Sejauh ini KPK baru menetapkan delapan orang tersangka terkait kasus dugaan suap proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) tahun anggaran 2017-2018.

Delapan tersangka tersebut yakni, Direktur Utama PT Wijaya Kusuma Emindo (PT WKE), Budi Suharto (BSU); Direktur PT WKE, Lily Sundarsih Wahyudi (LSU), Direktur Utama PT Tashida Sejahtera Perkasa (PT TSP) Irene Irma (IIR); dan Direktur PT TSP, Yuliana Enganita Dibyo (YUL). Keempatnya diduga sebagai pihak pemberi suap.

Sedangkan sebagai penerima suap, KPK menetapkan empat pejabat KemenPUPR. Keempatnya yakni, Kepala Satuan Kerja (Satker) SPAM, Anggiat Partunggul Nahot Simaremare (ARE); PPK SPAM Katulampa, Meina Woro Kustinah (MWR); Kepala Satker SPAM Darurat, Teuku Moch Nazar (TMN); serta PPK SPAM Toba 1, Donny Sofyan Arifin (DSA).

Berikut rincian uang yang diduga diterima oknum pejabat KemenPUPR dan telah dilakukan penyitaan oleh KPK.

1. Rp 33.466.729.500 (Rupiah, mata uang Indonesia);

2. USD481.600 (Dollar Amerika, mata uang Amerika Serikat);

3. SGD305.312 (Dollar Singapura, mata uang Singapura);

4. AUSD20.500 (Dollar Australia, mata uang Australia);

5. HKD147.240 (Dollar Hongkong, mata uang Hongkong);

6. EUR30.825 (Euro, mata uang Eropa);

7. GBP4000 (Poundsterling, mata uang Inggris);

8. RM345.712 (Ringgit, mata uang Malaysia);

9. CNY 85.100 (Yuan, mata uang China);

10. KRW6.775.000 (South Korean Won, mata uang Korea Selatan);

11. THB158.470 (Baht, mata uang Thailand);

12. YJP901.000 (Yen, mata uang Jepang);

13. VND38.000.000 (Dong, mata uang Vietnam);

14. ILS1.800 (New Israel Shekel, mata uang Israel). [adc]

#KPK #PejabatKemenPUPR
BERITA TERKAIT
Hasto Klaim Buronan KPK Harun Masiku Cuma Korban
(Enam Jam Diperiksa KPK) Sekjen PDIP Hasto Kristyanto Dicecar 24 Pertanyaan
Artis Faye Nicole Diperiksa KPK Terkait Suap Wawan
KPK Periksa Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto
(Kasus Korupsi Tubagus Chaeri Wardana) Saksi Sebut TCW Tak Berwenang Rotasi Pejabat Dinas
KPK‎ Periksa Dua Pejabat KPU
Walikota Mojokerto Ika Puspita Diperiksa KPK

kembali ke atas